Ads (728x90)

PADANGPOS.COM.  (Padang), 

Saat penduduk bumi mencapai 7,2 milyar jiwa, dipastikan menimbulkan tekanan yang besar pada keberlanjutan sumberdaya alam dan kualitas lingkungan hidup.

Sedangkan saat ini saja, tingkat konsumsi penduduk global telah melebihi tingkat pasokan sumber daya alam yang tersedia di bumi, diiringi menurunnya kualitas lingkungan hidup di sejumlah kawasan dunia.

Namun, Pemerintah Kota Padang termasuk daerah yang sungguh-sungguh memperhatikan lingkungan hidup dan keseimbangan lingkungan dengan berbagai upaya dan aksi nyata. Dibuktikan pula dengan penghargaan - penghargaan yang diterimanya, berkat kepedulian lingkungan tersebut.

Hal itu disampaikan Wakil Walikota Padang H. Emzalmi pada upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2015 di Pelataran Parkir GOR H. Agus Salim Padang, Senin (15/6). 

Dikatakan Wawako Padang, pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup tingkat Nasional, 5 Juni 2015 lalu, Kota Padang menerima penghargaan Bidang Lingkungan Hidup berupa Plakat Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD).

Serta 8 penghargaan Adiwiyata Mandiri Nasional. 8 penghargaan Adiwiyata Mandiri Nasional yaitu berhasil di raih SMK SMAK Padang, SMA Semen Padang, SMA Negeri 3 Padang, SMP Negeri 1 Padang, SMP Negeri 8 Padang, MTsN Kuranji, SD Negeri 36 Gunung Sariak, dan SD Adzkia 1.

"Penghargaan ini menempatkan Kota Padang sebagai peraih Adiwiyata Nasional terbanyak tahun ini, sekaligus menjadi tantangan untuk menghadapi persaingan serupa pada tahun berikutnya," kata Wawako.

Pada momen peringatan Hari Lingkungan Hidup 2015 ini, Pemko Padang juga mendapat bantuan dari 15 perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Bantuan tersebut senilai Rp. 245 juta lebih dalam bentuk, 3 unit baliho himbauan, 6 unit bcak sepeda sampah, 4 unit gerobak sampah, 25 buah tong sampah dan 55 buah pot bunga.

Lebih lanjut Wawako Emzalmi menjelaskan, kepedulian terhadap lingkungan dan pengelolaan lingkungan juga dimiliki masyarakat dengan terbentuknya kelompok relawan K3 di setiap kecamatan. "Keberadaan kelompok relawan ini diharapkan sebagai motivator untuk mengajak anggota masyarakat lainnya agar lebih peduli untuk menjaga lingkungan," imbuhnya.

Tak sebatas itu, pada organisasi pramuka Kwartir Cabang Padang juga telah membentuk dan mengukuhkan Satuan Karya (Saka) Kalpataru pada 13 Mei lalu. Saka ini menjadi wadah pembelajaran dan penumbuhan bakat dan minat anggota Pramuka terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan.

"Makanya kita optimis akan terwujudnya Kota Padang sebagai daerah dengan tingkat kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan<"tutup Wawako.(tf/du)  


Post a Comment