Ads (728x90)



PADANGPOS.COM.  (Padang), 
 

Anak usia emas membutuhkan perhatian dan pengawasan yang ketat. Sebab pada masa ini, anak banyak belajar meniru apapun dari orang-orang di sekelilingnya, terutama orang tua, kakak, dan teman-temannya.

”Makanya perlu pengawasan ketat terhadap pertumbuhan anak di usia dini, untuk membentuk karakter anak yang baik. Karena mereka semua adalah generasi bangsa," ujar Camat Padang Barat saat acara perpisahan PAUD sekecamatan tersebut di halaman kantornya, Kamis (4/6).

Ia menambahkan, peran PAUD terutama guru-gurunya menjadi tak tergantikan. Di balik kesibukan para orangtua, satu hal yang menjadi pelepas lelahnya dan menyenangkan hati ketika kembali ke rumah adalah anak-anak yang pintar yang mendapat pendidikan dari PAUD.

Lanjut Arfian, usia 6 hingga 12 tahun merupakan masa penyerapan ilmu pengetahuan. Dalam masa ini anak-anak mulai melakukan kreasi dengan informasi yang mereka peroleh. Dimasa inilah anak-anak mulai mengolah pengetahuan yang mereka dapat untuk kemudian menghasilkan kreasi baru. Sementara masa 12 hingga 18 tahun adalah masa penerapan ilmu yang telah diperoleh anak sebelumnya.

”Orang tua haruslah memastikan kelanjutan pendidikan anak - anak mereka. Jangan sampai putus sekolah. Alasan kemampuan ekonomi saat ini tak bisa lagi menjadi alasan anak untuk tidak bersekolah karena Pemko Padang sudah canangkan program pendidikan gratis 12 tahun,” ulasnya.
Sedangkan menurut Bunda PAUD Kecamatan Diani Novita Arfian, ada 9 PAUD yg mengikuti acara ini, semua merupakan PAUD yg terintegrasi dengan Posyandu dan BKB, untuk tahun ini jumlah anak sebanyak 238 orang dan yang tamat 100 orang, acara ini rutin setiap tahun dengan tema "Bapisah Bukannyo Bacarai”.

”Harapan kita agar sesuai temanya setelah menye­lesaikan pendidikan di PAUD, anak-anak diharapkan tetap memiliki komunikasi dengan guru-guru PAUD mereka. Perpisahan ini juga sebagai wadah berkumpulnya PAUD yang ada di kecamatan Padang Barat," ujarnya.

Sementar itu Wakil Ketua TP- PKK Kota Padang Hj. Ely Safril Basir mewakili Bunda PAUD Kota Padang berterima kasih dengan pemilik dan guru PAUD tetap bersemangat megelola PAUD.

”Meskipun karena keterbatasan anggaran APBD, kita haya bisa memberikan isentif sebesar Rp. 50. 000 ribu setiap bulan dan Rp. 200.000 untuk 75 PAUD se kota padang dari APBN. Kita berharap setiap tahunnya ada peningkatan dana insentif tersebut,” tukasnya.(tf/du).  

Post a Comment