Ads (728x90)

PADANGPOS.COM,  (Sukoharjo),

Latar belakang kasus perkelahian antara empat personel TNI AU dan sejumlah anggota Kopassus di tempat hiburan malam Karaoke Bima, Solo Baru, Sukoharjo, hingga kini masih belum terungkap benderang.


Namun Kapolres Sukoharjo AKBP Andy Rifai, peristiwa yang mengakibatkan tewasnya Serma Zulkifli, anggota TNI AU tersebut bermula dari keributan di dalam ruang karaoke yang kemudian berlanjut di areal parkir.

Sebuah sumber yang menyaksikan rekaman CCTV lokasi perkelahian menceritakan, Zulkifli roboh setelah terkena sebuah pukulan seorang pria muda, diduga anggota Kopassus. 

"Seorang anak muda melayangkan pukulan kepada korban. Sekali pukul, korban langsung jatuh tersungkur," ujar sumber itu, Rabu (3/6/2015).

Insiden itu lalu berlanjut adu pukul antar dua kelompok anggota TNI di tengah lalu lalang warga sipil di sekitar tempat karaoke tersebut. 

"Saat pemukulan terjadi, banyak orang lalu lalang. Mungkin mereka mengira perkelahian biasa," ungkapnya.

Polres Sukoharjo sempat melakukan olah tempat kejadian perkara dan memintai keterangan sejumlah saksi sebelum menyerahkan kasus tersebut kepada Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/4 Surakarta. Terkait dengan penyidikan kasus perkelahian maut tersebut, Denpom mengirim dua personel ke Polres Sukoharjo, Rabu (3/6/2015).

Kapolres AKBP Andy Rifai mengatakan, seluruh hasil penyelidikan, pemeriksaan saksi, dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sudah diserahkan ke Denpom. Begitu pula rekaman CCTV yang berisi penganiayaan terhadap Serma Zulkifli, Bintara Sarban Dinas Logistik Denma Mabes AU. 

"Kami membantu dalam hal penyelidikannya. Bukti-bukti di TKP itu bisa membantu Denpom menganalisa kejadiannya," ujar Kapolres.

Menurutnya, polisi sudah memeriksa lima saksi dari pihak karaoke dan orang-orang yang melihat peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, keributan berawal dari selisih paham yang terjadi di lounge karaoke. Meski sempat dilerai, selisih paham tersebut berlanjut di area parkir.

"Awalnya senggol-senggolan, akhirnya lepas kontrol. Soal terpengaruh minuman keras atau tidak, saya kurang tahu. Dari rekaman CCTV, bermula dari dalam karaoke, kemudian di luar terjadi cekcok mulut dan berlanjut perkelahian," ujarnya.

Terkait jumlah personel Kopassus yang terlibat, Kapolres mengaku belum teridentifikasi karena pada saat itu mereka membaur dengan pengunjung lainnya. Kapolres juga masih enggan menjawab pernyataan pihak Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan yang menganggap kejadian tersebut bukan pengeroyokan. 

"Untuk lebih detilnya konfirmasi ke Denpom saja karena yang bisa menyimpulkan sana. Penyidik perkara itu kan Denpom," ujar Kapolres.

Coba Melerai Keributan
Sebanyak empat anggota TNI AU terluka parah setelah dianiaya sekitar 20 hingga 25 orang yang diduga oknum anggota Kopassus di halaman Karaoke Bima Solobaru, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Minggu (31/5/2015) sekitar pukul 03.00 WIB. 
Kapentak Pangkalan TNI AU Lanud Adi Soemarmo, Kapten Sus Rindar Noor Arifianto mengatakan Serma Zulkifli yang bertugas di Denma Markas Besar Angkatan Udara (Mabes AU) meninggal dunia, Senin (1/6/2015) malam setelah dirawat di RSPAU dr S Hardjolukito, Yogyakarta.

Korban lainnya, Sertu Afel Nurokoto dalam kondisi sehat dan sudah kembali ke satuannya, Skatek 042 Lanud Iswahjudi, Madiun. Sedangkan Letda Wahyu Jadmiko (Lanud Padang ) masih dirawat di RS Adi Sumarmo, Solo. Pelda Teguh Prasetyo (Lanud Iswahjudi, Madiun) masih dalam kondisi kritis di RSPAU dr S Hardjolukito,

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal TNI Wuryanto mengemukakan, anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan awalnya ingin melerai keributan yang terjadi antara anggota TNI AU dan warga sipil. 

"Ributnya dengan masyarakat (warga sipil). Anggota Kopassus mencoba melerai. Saat itu mereka mengenakan pakaian preman. (Anggota) TNI AU-nya malah marah. Akhirnya terjadi keributan," kata Wuryanto.

Menurutnya, keributan sempat reda. Namun, begitu masuk tempat hiburan, mereka kembali baku hantam hingga ada yang terluka.

"Mereka sama-sama tak tahu (kalau anggota TNI)," ujarnya.

Denpom IV/4 Surakarta memeriksa 17 saksi perkelahian tersebut. Mereka juga menahan lima anggota Kopassus yaitu Serda SU, Prajurit Satu HE, Prajurit Satu DE, Serda GS, dan Prajurit Satu LS. 

"Mungkin (tersangka) bisa saja bertambah, masih dikembangkan, atau bisa saja pelakunya ternyata bukan lima orang itu," kata Komandan Denpom IV/4 Surakarta, Letnan Kolonel CPM Witono, Rabu.

Witono tidak merinci penyebab perkelahian. Ia memastikan, penyebab perkelahian bukan lantaran masalah perbedaan kesatuan. 

"Biasa, jiwa muda, bersenggolan di tempat karaoke. Tidak ada motif dendam atau melibatkan satuan. Ini (penganiayaan) murni karena spontanitas saja," kata Witono. (tribunjateng/tim) dikutip dari tribun.

Post a Comment