Ads (728x90)


PADANGPOS.COM,   (Tokyo),   


Laporan pemerintah Jepang yang dikeluarkan 5 Juni lalu ternyata mengungkapkan 56 anggota pasukan bela diri Jepang (SDF) ternyata bunuh diri antara 2001-2014. 

Mereka adalah SDF yang dikirimkan ke lautan Hindia, dan juga yang ke Irak, untuk kegiatan kontra terorisme.

Dari jumlah 56 orang tersebut yang bunuh diri, 14 orang meninggal karena penyakit mental atau stress, 7 orang karena masalah keluarga, 6 orang karena terlibat hutang, 3 orang karena tugas, 21 orang karena tidak tidaketahui, 5 orang karena penyebab lain-lain.

Sementara antara tahun 2003-2014 anggota SDF yang bunuh diri berjumlah 1044 orang di mana 289 orang atau 27,6% karena sakit mental (stress).

Dari unsur kesatuan, antara tahun 2001-2010, pasukan angkatan laut (MSDF) sebanyak 27 orang bunuh diri di lautan Hindia. Dari tahun 2004-2009 pasukan angkatan darat (GSDF) yang diterjunkan ke Irak sebanyak 21 orang. Angkatan udara sebanyak 8 orang.

Jumlah bunuh diri orang Jepang per 100.000 jiwa per fiskal 2013 dengan rasio 25,4 orang. Khusus untuk staf umum pemerintah Jepang rasio bunuh diri 21,5 orang. Sedangkan di SDF, rasio bunuh diri cukup tinggi 33,7 orang.

Mneurut buku putih pemerintah Jepang tahun fiskal 2013 ada sebanyak 27.283 warga Jepang yang bunuh diri per tahun tersebut.

Shimizu Yasuyuki juru bicra dari sebuat NPO di Jepang, Life Link, menekankan bahwa bunuh diri tak bisa dianggap enteng.

"Penelitian kami menemukan empat hal utama penyebab bunuh diri dengan latyar belakang sakit mental, stress. Umumnya karena kesehatan, ekonomi, dan rumah tangga serta lainnya sebagai penyebab bunuh diri."

Tetsuo Maeda kritikus militer Jepang mengungkapkan, "Hubungan hirarki cukup keras yang tidak bisa dicerminkan dalam bentuk jumlah angka bunuh diri. Apabila UU baru memperbolehkan misi pengiriman SDF ke luar negeri, maka langkah yang cukup aman harus dibuat untuk mengantisipasi munculnya kasus bunuh diri lebih tinggi lagi." dikutip dari tribun.

Post a Comment