Ads (728x90)


PADANGPOS.COM,  (Jakarta), 


Pesawat-pesawat tempur Israel membombardir sejumlah sasaran di Jalur Gaza, Kamis (4/6/2015) pagi, menanggapi serangan roket yang ditembakkan dari wilayah Palestina.


Menurut otoritas keamanan Palestina serangan udara menghantam tiga pusat pelatihan milisi Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer Hamas, di Kota Gaza dan di setalan kota Khan Yunis. Tidak ada yang terluka dalam serangan tersebut.

Meski demikian militer Israel hanya menyebutkan bahwa pihaknya hanya melancarkan serangan terhadap tiga target di Jalur Gaza, namun tidak merincinya.

"Kemarin, 3 Juni 2015, dua roket ditembakan ke Israel selatan dari Jalur Gaza."

Roket itu, jatuh di tempat terbuka dekat kota Ashkelon dan kota Netivot namun tidak menyebabkan jatuhnya korban.

"Menanggapi serangan tersebut, Angkatan Pertahanan Israel menyerang tiga infrastruktur teroris di Jalur Gaza."

Menteri Pertahanan Israel, Moshe Yaalon mengatakan bahwa wilayah Gaza secara defacto dikuasai oleh kelompok Hamas, sehingga setiap serangan teror yang dilancarkan dari wilayah tersebut merupakan tanggung jawab dari kelompok Hamas.

"Kami akan meminta pertanggungjawaban Hamas atas segala sesuatu yang terjadi di Jalur Gaza, dan kami tidak akan mentolerir setiap upaya yang membahayakan warga kami," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Kami tidak akan mentolerir setiap ancaman terhadap keamanan warga Israel."

Radio publik Israel mengatakan serangan terbaru tersebut merupakan buntut dari pertikaian faksi milisi di Gaza antara Hamas dan lawan politiknya.

Pasukan keamanan Hamas, Selasa menembak mati seorang pemimpin Salafi di Kota Gaza, Selasa.
Insiden itu terjadi saat Hamas meningkatkan tindakan terhadap kelompok milisi lainnya, beberapa di antaranya dikenal sebagai Salafi.

Salafi adalah Muslim Sunni yang mempromosikan gaya hidup yang ketat didasarkan pada awal "leluhur yang saleh".

Di Gaza mereka tidak merahasiakan kebencian mereka terhadap Hamas karena melakukan gencatan senjata diam-diam dengan Israel, dan kegagalan untuk menerapkan hukum Islam.(Asiaone.com)

Post a Comment