Ads (728x90)

PADANGPOS.COM.  (Jakarta),

 Dalam pertemuan kelima Indian Ocean Rim Association (IORA) Bi-Annual Committee of Senior Officials (Bi-Annual CSO V) di Mauritius (29/5/2015), Indonesia mengumumkan bahwa rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri IORA ke-15 akan diselenggarakan di Jakarta dan Padang, Sumatera Barat pada 20-23 Oktober 2015.

Pertemuan para pelaku usaha pada Indian Ocean Rim Business Forum (IORBF) akan berlangsung di Jakarta pada 20 Oktober 2015 beriringan dengan Trade Expo Indonesia. Pertemuan Indian Ocean Rim Academic Group (IORAG), Committee of Senior Officials (CSO) dan Council of Ministers (COM) akan diselenggarakan pada 21-23 Oktober 2015.

"Kota Padang terpilih selain karena lokasinya yang langsung dengan Samudera Hindia, juga mengingat antusiasmenya yang tinggi untuk dapat menjadi tuan rumah pertemuan-pertemuan IORA," tutur Ketua Delegasi RI, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri, Yuri O. Thamrin, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (2/6/2015).

Pada Pertemuan di Padang, Indonesia akan resmi memulai masa keketuaannya di IORA hingga akhir 2017 mendatang. Australia merupakan Ketua IORA saat ini. Indonesia ditetapkan menjadi Wakil Ketua IORA periode 2015-2017 pada Pertemuan COM ke-12 di Gurgaon, India tahun 2012.

Pada Pertemuan Bi-Annual CSO V, Indonesia menyampaikan rencananya untuk membawa kerjasama IORA ke tingkat yang lebih tinggi. Rencana Indonesia tersebut disambut positif dan mendapat pernyataan dukungan langsung dari sejumlah negara.

Seluruh negara anggota IORA hadir pada pertemuan tersebut, yaitu, Indonesia, Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, Bangladesh, India, Sri Lanka, Iran, Uni Emirat Arab, Oman, Yaman, Kenya, Tanzania, Mozambik, Afrika Selatan, Uni Komoros, Madagaskar, Seychelles, dan Mauritius.

IORA merupakan organisasi di kawasan Samudera Hindia yang fokus pada pengembangan kerjasama di bidang ekonomi melalui enam bidang kerja sama prioritas, yaitu: keamanan dan keselamatan maritim, fasilitasi perdagangan dan investasi, manajemen perikanan, manajemen risiko bencana, kerja sama akademik dan ilmu pengetahuan, serta pariwisata dan pertukaran budaya.

Selain itu, IORA juga memiliki dua kerja sama lintas sektoral yaitu di bidang pemberdayaan perempuan dan blue economy. Pada isu blue economy, Indonesia merupakan lead-coordinator untuk isu fisheries and aquaculture. Pertemuan Tingkat Menteri di bidang Blue Economy akan diselenggarakan di Mauritius pada 2-4 September 2015.(FJR).

Post a Comment