Ads (728x90)

PADANGPOS.COM.  ( AS ),

Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) terpaksa harus mengundur uji coba piring terbangnya akibat cuaca yang tidak mendukung.

Padahal, uji coba seharusnya dilaksanakan Jumat (05/06/2015) ini.

"Awan hujan yang muncul semalam bergerak ke arah situs peluncuran (LDSD), yang menghasilkan kondisi angin yang tidak stabil dan dapat menghambat peluncuran balon (yang digunakan untuk menerbangkan LDSD)," demikian pernyataan NASA.

Sementara, jadwal uji coba yang awalnya ditempatkan pada awal pekan ini harus terus-menerus ditunda akibat tingginya gelombang laut.

Dikatakan jangka waktu uji peluncuran akan terus diperpanjang hingga 12 Juni 2015 mendatang.

Pada tes kali ini, tidak hanya piring terbang bernama Low-Density Supersonic Decelerator (LDSD) itu saja yang diuji. Inovasi parasut besar untuk kebutuhan mendarat LDSD juga akan dites apakah berfungsi dengan baik atau tidak.

Tes akan dilakukan dengan meluncurkan piring terbang itu hingga ketinggian 37 kilometer di atas Samudera Pasifik dengan bantuan balon besar. Balon itu akan melepas LDSD dan roket akan menerbangkannya lebih jauh lagi, hingga 55 kilometer.

"Terbang secepat tiga kali kecepatan suara, alat pelambat kecepatan piringan itu akan mengembang dan memperlambat piringan. Kemudian sebuah parasut akan dikembangkan (secepat) 2,35 kali kecepatan suara untuk membawanya ke permukaan laut," jelas NASA.

Mark Adler, manajer proyek LDSD ini mengatakan biaya yang dialokasikan untuk proyek pengembangan sistem LDSD selama tiga tahun ini sebesar sekitar 3 miliar dolar AS.

Menurut NASA, LDSD akan digunakan untuk membawa beban seberat 3 ton dan diantarkan dengan selamat ke permukaan planet Mars. Jika berfungsi dengan baik, nantinya, LDSD akan mengangkut manusia untuk didaratkan di planet tersebut.

Menurut situs The Age, jika cuaca memungkinkan, uji terbang piringan terbang ini akan disiarkan secara langsung pada Sabtu (06/06/2015) pukul 00.30 WIB. dikutip dari tribun.

Post a Comment