Ads (728x90)


PADANGPOS.COM.  (Padang), 

Di era kepemimpinan Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharulah dan Wawako Emzalmi, pasangan ini ingin menjadikan Padang lebih baik dari sebelumnya. 

Tak hanya membangun infrastruktur, akan tetapi juga membangun Sumber Daya Manusia (SDM) lewat pemanfaatan Informasi Teknologi (IT). 

Berharap Padang menjadi kota pintar seiring dengan perubahan zaman. Untuk mewujudkan itu, Sabtu (30/5) lalu, Pemko Padang menjalin kerjasama dengan PT Telkom Bandung. 


Kerjasama apa itu? Berikut laporan singkat tim Humas dan Protokol Pemko Padang (Mursalim, Charlie Ch. Legi, Tafrizal, Yurizal dan Derius Utama) dari Kota Bandung.

Bandung merupakan ibukota provinsi Jawa Barat. Selain terkenal dengan suku Sundanya yang begitu kental, Bandung juga dikenal dengan perguruan tingginya yang melahirkan banyak akademisi handal. Perguruan tinggi yang cukup terkenal yakni Telkom University dan Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Kehadiran kedua perguruan tinggi ini nampaknya telah memotivasi Walikota Bandung, Ridwan Kamil untuk menerapkan Smart City di kota tersebut. Apa itu Smart City?

Smart City adalah suatu konsep pemanfaatan teknologi sesuai dengan kota tersebut. Bandung telah menerapkan Smart City. Penerapan Smart City ini bertujuan agar masyarakat bisa saling terhubung, sedangkan dalam pemerintah memiliki kemampuan untuk mengendalikan dan mengatur kehidupan warganya dengan bantuan IT. 

Langkah yang telah digapai Wako Ridwan Kamil dalam mewujudkan Smart City ini diantaranya yakni pengadaan titik-titik wifi di sejumlah taman kota dan tempat ibadah yang bertujuan untuk meramaikan tempat publik.

Lalu kenapa Bandung perlu menerapkan Smart City? Tak lebih agar Bandung bisa menjadi kota yang dikenal di ASEAN bahkan internasional. Selain itu juga sebagai langkah awal bahwa Indonesia akan menjadi negara yang maju. Untuk menerapkan Smart City ini, Bandung membutuhkan waktu dan biaya dalam pengembangannya. Sehingga kemudian Pemko Bandung menjalin kerjasama dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk.

Langkah Kota Bandung inilah yang lantas diadopsi Pemko Padang. Dalam komunikasi antara Wako Padang, H. Mahyeldi Ansharullah dengan Kang Emil---sapaan Wako Ridwan Kamil, beberapa waktu lalu, Kang Emil mempersilahkan Padang menggunakan server Smart City milik Kota Bandung.

 Momen ini kemudian dimanfaatkan Wako Mahyeldi untuk menjalin kerjasama lebih erat dengan PT Telkom dan Pemko Bandung tentunya. 

Sabtu (30/5 lalu, Pemko Padang menandatangani kerjasama dengan PT Telkom Bandung. Bertempat di Rumahmakan Simpang Raya, jalan Pasteur, Bandung, kerjasama itu ditandatangani. Dengan kesepakatan itu, Padang dibantu PT Telkom akan menjadi Smart City ke depannya.

Dalam mewujudkan Smart City itu, banyak hal yang mesti dilakukan Pemko Padang. Salahsatu hal yang mesti dilakukan yakni membangun enam unsur dimensi dari Smart City itu sendiri, seperti ekonomi pintar (Smart Economi), lingkungan pintar (Smart Environment), mobilitas pintar (Smart Mobility), masyarakat pintar (Smart People), kehidupan pintar (Smart Living), dan pemerintah pintar (Smart Governance). Keenam unsur itu merupakan suatu cara dalam mewujudkan Kota Padang sebagai kota berbasis Smart City.

Selain cara tersebut, hal yang paling mendasar dalam pelaksanaan Smart City yakni melek IT. Masyarakat diharapkan tak lagi gaptek alias gagap teknologi. Kehidupan sudah mengacu kepada penggunaan perangkat IT. Karena Smart City akan diterapkan di Kota Padang, pemanfaatan teknologi masa kini sangat dititikberatkan. Sehingga akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kota Padang.

Banyak hal positif dengan diterapkannya Smart City di Kota Padang. Lewat Smart City akan menjadi solusi dalam mengatasi masalah kesemrawutan lalulintas. 

Selain itu menjadi solusi bagi masalah seperti fasilitas umum yang rusak, penumpukan sampah (penunjang penerapan Perda sampah), termasuk untuk mengetahui kondisi tanah yang layak dijadikan lahan pertanian atau lahan mendirikan bangunan.

Kemudian, tujuan penting Smart City utamanya memberikan kemudahan pada warga seperti misalnya dalam pelayanan publik atau akses komunikasi yang mudah bagi warga untuk menyampaikan segala hal pada pemerintah. Hanya dengan sekali sentuh di handphone, masyarakat akan dapat menyampaikan keluh kesah kepada pemerintah.

 Atau melaporkan masalah yang sedang terjadi di tengah kota. Pesan yang disampaikan masyarakat akan langsung ditindaklanjuti.

Penerapan Smart City di Kota Padang tak bisa instant. Mesti dilakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu cukup panjang. Dibutuhkan aplikasi dan software manajemen pendukung Smart City tersebut. 

Wako Mahyeldi mengakui jika saat ini di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemko Padang sudah banyak menggunakan system pemanfaatan IT. Akan tetapi pemanfaatan IT itu belum terintegrasi dan perlu terkoneksi.

Karena itu setiap dinas di Pemko Padang diharuskan memiliki data digital sebagai salahsatu langkah persiapan penerapan operation room. Apabila seluruh dinas telah memiliki data digital, berbagai macam urusan di Kota Padang bisa dilakukan secara online. 

Dengan terciptanya Smart City di dinas-dinas pelayanan, akan mengurangi pertemuan manusia antar manusia. Melalui urusan yang terselesaikan lewat internet, maka tujuan Kota Padang menjadi kota pintar dengan sendirinya dapat terwujud.(tf/ch).   

Post a Comment