Ads (728x90)


PADANGPOS.COM.  (Padang),  


Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah berkunjung ke Radio Republik Indonesia (RRI) Padang, Selasa (16/6). Pada kunjungan itu, Wako berdialog dengan pendengar RRI di seluruh nusantara. Dialog selama sejam dipandu pembawa acara, Armen Ramli. Hampir seluruh pendengar curhat kepada Wako Mahyeldi.

Pagi dini hari itu pukul 04.00 Wib pesawat telepon 0751-812878 di ruang siar RRI tak henti-hentinya berdering. Seorang penelepon, Widisono asal Makassar, curhat kepada Wako Mahyeldi tentang kebersihan di Makassar. Dikatakannya, dirinya bersama warga lain di tempat tinggalnya sering melakukan gotongroyong. Akan tetapi kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan cukup rendah. “Kami sudah membersihkan, akan tetapi orang lain yang mengotori. Padahal sudah ada peraturan daerah di Makassar, dimana setiap yang membuang sampah sembarangan akan didenda dan hukuman kurungan. Sebagian kecil masyarakat masih belum ada kesadaran, bagaimana itu pak?” tanyanya kepada Wako pagi buta itu.

Wako Mahyeldi menjawab, gotongroyong mesti membudaya di tengah masyarakat. Di Padang sendiri budaya itu sudah mulai bertahan. Di kelurahan dan kecamatan, goro selalu dilakukan setiap Sabtu dan Minggu. “Bahkan jelang Ramadhan ini ada yang membersihkan masjid dan mushalla,” kata Wako.

Wako juga menjelaskan, di Padang sudah ada peraturan daerah nomor 21 tahun 2012 tentang kebersihan. Namun, dalam mengimplementasikan Perda itu perlu sosialisasi ke masyarakat. Agar masyarakat tumbuh kesadaran menjaga kebersihan, saat ini sebelum memulai aktifitas di masjid, kantor dan sekolah dilakukan ‘sepuluh menit’ bersih. “Ini kita rutinkan karena memang Kota Padang pernah menjadi kota terbersih di Indonesia ketika Syahrul Ujud lalu. Kita ingin kembalikan itu,” terang Wako.
Wako juga mengatakan bahwa hingga saat ini kesadaran masyarakat akan kebersihan mulai meningkat. Terbukti bahwa masyarakat sering melapor saat ada warga yang membuang sampah bukan pada tempatnya. “Sudah 50 kasus tipiring yang diproses tim penegak perda. Semuanya memang butuh proses, ketika ada yang buang sampah sembarangan, ini langsung kita beritakan di media massa dan memberi efek jera,” tutur Wako.

AR Ali dari Tanjung Pinang mengapresasi langkah Wako Mahyeldi dalam mengajak masyarakat melakukan gotong royong. Menurutnya, sudah menjadi keharusan bagi seorang pemimpin dalam membangun kota dengan melakukan gotong royong bersama masyarakat. “Ini baik sekali,” katanya mengapresiasi.

Dikatakan Wako, sebagai pemimpin suatu daerah memang harus berfungsi seperti itu, membangun daerah dengan menggerakkan masyarakat lewat gotong royong. Tidak hanya itu, pemimpin juga mesti datang ke tengah-tengah masyarakat. Saat ini Pemko Padang memang memiliki program ‘Jumat Keliling’. Lewat program ini terbangun komunikasi dengan masyarakat. “Lewat Jumat Keliling terbangun komunikasi. Ketika masyarakat butuh kehadiran kita, kita ada,” kata Wako.
Lain lagi dengan Ongko Wijaya. Penelepon asal Jawa Timur memberi masukan kepada Wako Mahyeldi. Menurutnya, sebagai pemimpin Kota Padang, Wako diharapkan mampu merangkul semua lapisan masyarakat, termasuk pengusaha. Sehingga dengan itu masyarakat tidak berpunya akan terbantu. Wako diharapkan juga memerhatikan masyarakat kurang mampu, baik dari segi material, pendidikan dan sebagainya.

Dijawab Wako, perhatian Pemerintah Kota Padang kepada masyarakat kurang mampu cukup besar selama ini. Zakat untuk masyarakat miskin terus digulirkan. Begitu juga pemberian paket jelang Idul Fitri kepada 13.000 KK. Baznas Kota Padang juga sudah mengumpulkan zakat dari PNS Pemko Padang sebanyak lebih kurang Rp 20 Miliar setahun. “Kita juga beri bantuan lewat bedah rumah. Untuk program ini satu rumah bisa mencapai Rp 60 juta,” kata Wako Mahyeldi.

Acara dialog interaktif merah putih tentang Bulan Bhakti Gotong Royong Manunggal (BBGRM) bertemakan gotong royong tumbuhkan semangat kebersamaan. Dalam dialog di ruang siar RRI itu juga hadir kepala BPM Pr dan KB, Muji Susilawati, Kepala DKP Afrizal Khaidir, serta Kabag Humas dan Protokol Mursalim.(tf/ch)

Post a Comment