Ads (728x90)


PADANGPOS.COM. (Padang),  


Pemerintah Kota Padang akan memekarkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup kerjanya. Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKA) akan dipisah atau dilebur menjadi dua SKPD. Yakni Dinas Pendapatan serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset.

Dileburnya DPKA menjadi dua SKPD diharapkan akan mengoptimalisasi potensi yang selama ini belum tergarap maksimal. “Tujuan kita mekarkan SKPD itu untuk mengcover kebutuhan. Karena selama ini potensi banyak belum tergarap” ujar Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah dalam suatu kesempatan belum lama ini.

Potensi yang belum tergarap itu diantaranya seperti pajak restoran, parkir dan lainnya. Restoran yang berpenghasilan jutaan rupiah setiap hari tidak tersentuh. Begitu juga parkir, jumlah kendaraan di Padang mencapai ratusan ribu banyaknya dan kesemuanya dipastikan parkir di Padang.

 “Hal ini merupakan tantangan berat bagi Dinas Pendapatan nantinya. Mungkin ke depan kita beri parkir gratis tetapi nantinya dipungut lewat pajak setiap tahun sehingga jelas pemasukannya,” terang Wako.

Tidak hanya Dinas Pendapatan yang mendapat tantangan berat. Akan tetapi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset juga begitu. Wako menekankan cukup banyak aset milik Pemko Padang yang harus dioptimalkan menjadi pemasukan. “Aset ini kekayaan yang harus dioptimalkan untuk mendorong pendapatan,” sebut Wako.

Wako mengatakan, aset tanah di Padang mencapai Rp 50 triliun. Karena itu Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset diharapkan mampu menggaet itu menjadi pemasukan setiap tahun. “Makanya ini (pengeolaan aset-red) perlu dioptimalkan dan nantinya yang bertugas di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset benar-benar fokus dengan aset,” harap Wako.

ASN Beri Optimisme Kepada Masyarakat.

Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Padang mencapai lebih kurang 14 ribu. Pegawai sebanyak itu diharapkan lebih kreatif dan memberikan rasa optimisme kepada masyarakat. “Tugas kita menjadikan rakyat optimis,” kata Walikota.

Wako mengimbau kepada seluruh ASN Pemko Padang untuk mampu memberikan semangat lebih, terutama pada saat masyarakat bertemu dan dilayani oleh ASN. “Berikan optimisme kepada masyarakat. Sehingga ketika masyarakat bertemu dengan orang Pemko ini menjadi semangat, jangan layu sebelum berkembang,” kata Wako.

Selama ini cukup banyak yang beranggapan jika ASN Pemko Padang bekerja kurang optimal. “Kalau ada yang ngomong kita tidak bekerja, silahkan. Tetapi sebagai ASN dan DPRD jangan sampai mengeluarkan pernyataan yang membuat rakyat tidak optimis. Tugas kita bagaimana membangun optimisme dan semangat masyarakat” sebutnya.(tf/ch). 


Post a Comment