Ads (728x90)


PADANGPOS.COM.  (India),  


Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, baunya akan tercium juga. Hal itu juga terjadi pada kasus tewasnya wartawan India bernama Jagendra Singh.

Singh, seorang wartawan asal Uttar Pradesh, India, awalnya dilaporkan seorang polisi tewas bunuh diri dengan membakar dirinya sendiri di rumahnya, pada 1 Juni 2015 lalu.

Waktu berlalu, fakta lain terungkap setelah Rahul, anak Jagendra, melaporkan jika ayahnya dibakar hidup-hidup oleh sejumlah polisi. Ia meluruskan berita yang berkembang saat ini.

Kasus ini bermula ketika Jagendra Singh menulis tentang dugaan korupsi yang dilakukan seorang pejabat pemerintahan lokal bernama Ram Murti Verma.

Jagendra menggunakan nama samaran Shahjahanpur Samachar saat menuliskan dugaan korupsi Verma. Samachar menuliskan kasus dugaan korupsi di akun Facebooknya.

Ia menulis bahwa Verma, melakukan korupsi dengan mengelola pertambangan ilegal untuk memperkaya diri. Jagendra juga menuding Verma dan sejumlah anak buahnya melakukan sejumlah pemerkosaan.

Tak lama setelah status ini muncul di Facebook, polisi datang ke rumah Jagendra, lalu membakarnya hidup-hidup. Di luar, para polisi ini melapor bahwa Jagendra tewas bunuh diri.

Polisi tak menyadari. Saat kejadian itu berlangsung, Rahul menyaksikan sendiri ayahnya dibakar hidup-hidup oleh polisi India. Rahul pun melaporkan apa yang ia lihat ke kepolisian.

Menurut Rahul, ayahnya itu lebih dulu dipukuli di jalanan dekat rumahnya. Setelah kejadian itu, polisi datang lagi ke rumah, lalu membakar ayahnya hidup-hidup.

"Ayah mengatakan kepadaku bila ia diburu karena menulis soal keterlibatan Verma di tambang liar dan pemerkosaan," kata Rahul kepada The Hindustan Times.

Kepolisian kemudian menangkap lima polisi, termasuk Verma yang dituding menjadi otak pembunuhan. di kutib dari tribun.

Post a Comment