Ads (728x90)

PADANGPOS.COM, (Jakata),

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyampaikan calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) harus orang-orang yang netral dan bukan dari partai politik.

"Semuanya hak prerogatif Presiden, tapi kalau bisa bukan dari partai politik. Bisa bahaya nanti," ujarnya di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (19/6/2015).

Dirinya mengakui adanya kekhawatiran jika Kepala BIN berasal dari partai politik.
Menurutnya akan ada konflik kepentingan jika alat negara dikuasai oleh orang yang berasal dari partai politik.

"Sebaiknya kejaksaan, kepolisian, intelijen dan mahkamah itu jangan dari partai politik. Itu semua kan alat negara. Tidak bisa dicampur adukkan," tambahnya.

Sutiyoso yang dicalonkan oleh Presiden Jokowi untuk menjadi kepala BIN, menuai banyak reaksi. Sebagian mengungkit tentang kasus "Kudatuli" sebagian yang lain menentang karena beliau adalah ketua umum Parpol PKPI. (Amriyono Prakoso)

Post a Comment