Ads (728x90)


PADANGPOS.COM.  (Padang),  

Di bulan puasa ini Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Raya Padang. Dalam sidak Selasa (30/6) kemarin, Wako mendapati pengunjung pasar sedang asyik cepak-cepong (makan-red) di sejumlah tempat.

Sekitar pukul 11.00 Wib, saat Wako berkunjung ke belakang Blok A, Wako mendapati tiga pengunjung sedang asyik makan sate di salahsatu tenda yang terletak di ujung pertigaan jalan di belakang Blok A tersebut. 

Melihat itu, Wako beserta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Firdaus Ilyas langsung mengamankan barang bukti berupa ketupat, daging tusuk dan piring bekas makan sate. Pedagang sate itu langsung diproses dan dikenakan tindak pidana ringan (Tipiring).

Selain di Blok A, Wako juga mendapati pengunjung asyik makan bakso di bawah Fase VII Pasar Raya. Ketika Wako masuk ke tempat penjual bakso, para pengunjung yang sedang makan langsung ngacir keluar kedai bakso tersebut. Wako dan Satpol PP menyita barang perkakas milik pedagang bakso untuk disita dan kemudian ditipiring.

Wako Mahyeldi menyesali sikap pedagang yang berjualan di bulan puasa, saat umat Islam menahan haus dan lapar. “Kita menemukan pedagang yang jual makanan. Orang puasa, masak jualan bakso. Mereka para pedagang yang melanggar itu kita tipiringkan dan tadi sudah ada petugas kita yang mengeksekusi,” ujar Wako.

Wako mewanti-wanti kepada seluruh aparatur di jajaran kerjanya untuk menegakkan peraturan. Jika ada oknum aparatur yang melakukan penyimpangan akan diberhentikan. “Kalau dia PNS atau memiliki jabatan akan kita berhentikan. Kita tidak mau saat menegakkan aturan sementara oknum dinas mengambil keuntungan di sana, dan ini bukan seorang aparatur yang kita harapkan. Ini tentunya kita sikapi dengan pemberhentian atau penurunan jabatan,” papar Wako.

Dalam sidak siang itu terlihat sejumlah kepala dinas seperti Kadis Pasar Raya Endrizal, Kabag Humas dan Protokol Mursalim, dan lainnya. Wako juga meninjau perkembangan pembangunan pasar raya Fase VII. Pengerjaan Fase VII sudah lebih setengah jalan. Kerangka dan atap sudah terpasang. “Fase VII ini diperkirakan selesai September depan,” kata Wako.

Selain itu Wako juga mematut-matut bangunan lain di Pasar Raya. Ternyata Wako menjumpai lantai dua sejumlah bangunan masih banyak yang kosong melompong. Bangunan lantai dua yang kosong itu diantaranya yakni di Duta Merlin, Rajawali, dan Kopas Plaza. “Cukup banyak lokasi lantai dua yang tidak difungsikan dan mampu menampung seribu pedagang. Ke depan akan kita fungsikan dan pecahkan permasalahan ketidakteraturan di pasar raya ini,” kata Wako.

Di Blok A, Wako juga menyempatkan diri berdialog dengan pedagang di sana. Di lantai dua Blok A, Wako berbincang-bincang dengan Aciak, seorang pedagang elektronik. Aciak mengeluhkan lantai dua yang sering tergenang air saat hujan. Dikatakan Aciak, penyebab menggenangnya air di lantai dua karena adanya patahan beton di sudut ujung bangunan arah Barat karena imbas gempa beberapa tahun lalu. “Kita memahami itu, ada bangunan yang membahayakan. Ini perlu kita carikan solusinya,” ucap Wako.(Humas-Padang)

Post a Comment