Ads (728x90)


PADANGPOS.COM. (Padang), 

 Jelang memasuki bulan puasa, harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Bahan kebutuhan itu diantaranya lado (cabai merah) dan beras. Kenaikan harga ini dikarenakan pasokan yang tersendat dari daerah-daerah. 

Kamis (11/6) kemarin, harga cabai di Pasar Raya Padang mulai memedas. Saat ini, harga cabai menyentuh angka Rp 32.000 perkilogramnya. Padahal sehari sebelumnya cabai berada di kisaran Rp 30.000 perkilogram. Tidak hanya cabai, harga beras juga mulai melonjak di Pasar Raya, terutama beras Solok. Sedangkan harga bawang masih stabil.

Mulai merangkak naiknya harga cabai memang diakui Andi. Pedagang cabai di Pasar Raya Padang ini menuturkan jika harga cabai memang terus merangkak naik sejak beberapa hari ini. “Kalau naik duo ribu tiok hari, bisa jadi nanti pas lah ka rayo harago lado bisa Rp 60.000 sakilo (kalau naik dua ribu rupiah setipa hari, bisa jadi nanti ketika lebaran harga cabai mencapai Rp 60.000 sekilo),” ujarnya.

Melihat terjadinya kenaikan harga di Pasar Raya, Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah melakukan inspeksi mendadak untuk memantau kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut, kemarin. Di Pasar Raya Padang, Wako Mahyeldi menjumpai pedagang beras, cabai dan bawang. Saat menjumpai pedagang beras, Wako mendengar langsung penjelasan pedagang bahwa harga beras Solok sedikit mengalami kenaikan. Begitu juga saat menemui pedagang cabai, kenaikan harga terus berlangsung setiap harinya.

Wako Mahyeldi mengatakan naiknya harga cabai dikarenakan tidak adanya pasokan dari Medan. Hal ini dikarenakan musibah Gunung Sinabung sehingga membuat produksi cabai terhenti. Keadaan ini membuat cabai yang berasal Jawa menguasai pasar. “Sedangkan produksi cabai kita belum banyak. Ini perlu diatur oleh Menteri Pertanian sehingga daerah pemasok ini setiap bulannya ada jaminan untuk melakukan pasokan,” katanya.

Lebih jauh diungkapkan Wako, dengan adanya jaminan pasokan itu dengan sendirinya daerah yang mengalami kekurangan pasokan akan dibantu oleh daerah lain yang ‘surplus cabai’. “Ini akan menstabilkan dan membuat produksi menjadi seimbang,” terangnya.

Seperti diketahui, Pemko Padang sebelumnya telah mencanangkan swasembada cabai dengan meluncurkan gerakan menanam sejuta cabai. Gerakan ini bertujuan agar setiap keluarga dapat memenuhi kebutuhan cabai sendiri dan tidak mengandalkan pasar. Saat ini di Kota Padang cabai yang sedang ditanam lewat gerakan tersebut akan berproduksi sekitar sebulan lagi.

Wako mengimbau kepada dinas terkait seperti Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) mempersiapkan cabai dimaksud sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi. “Diperkirakan harga cabai akan naik sekitar Juli hingga Desember nanti. Diharapkan dinas terkait menyiapkannya pada saat anggaran perubahan (APBD-P 2015 – red) ini. Sehingga pada saat tahun baru dapat terantisipasi,” tambah Wako.

Wako cukup menekankan agar kebutuhan pokok masyarakat tidak terganggu terutama pada saat Ramdhan, lebaran dan tahun baru nanti. “Kita memang mengharapkan agar kebutuhan tidak terganggu. Karena itu stok lima bulan ke depan supaya dapat memadai,” terangnya. (tf/ch).

Post a Comment