Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang),

Calon direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Padang periode 2015-2019 yang mengikuti seleksi terus mengerucut. Sebanyak 12 orang calon yang sebelumnya ikut ‘bertarung’ mulai ‘bertumbangan’. Setelah mengikuti seleksi terbuka untuk tes kompetisi dasar dengan sistem CAT, Rabu (9/7) lalu, akhirnya dua orang peserta mengundurkan diri dengan beragam alasan. 

Sekretaris Tim Panitia Seleksi yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang, Asnel mengatakan tes kompetensi dasar (TKD) dilakukan di ruang CAT milik BKD, Rabu (8/7) lalu. Dalam pelaksanaan TKD itu, 12 calon direksi mengikuti tes dengan baik. “Penilaian tes TKS itu oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN),” kata Asnel saat ditemui di Balaikota, Kamis (9/7). 

Usai melaksanakan TKD, dari 12 direksi mengerucut menjadi 10 orang. Kedua peserta yang mundur yakni Amriyono dan Eriadi. “Dua orang itu mundur karena berbagai alasan seperti sakit dan lainnya,” sebut Asnel.

Kesepuluh calon direksi PDAM itu kemudian mengikuti Tes Kompetensi Bidang (TKB). Pelaksanaan TKB ini dilakukan di ruang Abu Bakar Jaar, Gedung Balaikota Padang di Aia Pacah, Kamis (9/7). Pada TKB itu hanya sepuluh calon direksi yang mengikuti TKB. Kesepuluh orang calon direksi itu melakukan presentasi di depan dua orang penguji yang berkompeten di bidangnya. 

Setelah dilakukan TKB, nantinya jumlah peserta akan terus menge
rucut menjadi tiga orang. Tiga orang calon direksi akan diuji dalam Tes Psikologi. Tes itu sendiri akan dilakukan Jumat (10/7). “Tes psikologi dilaksanakan esok di tempat ini juga,” terang Asnel.

Kesepuluh calon direksi PDAM yang mengikuti TKB itu yakni Adrial A Bakal (PDAM Tanah Datar), Afrizal Kuning (PDAM Kota Padang), Alfitra (PDAM Kota Padang), Andri Satria (PDAM Kota Padang), Fethriza (PDAM Kota Padang). Kemudian Hendra Febrizal (PDAM Kota Padang), Khairul Ikhwan (Pengawas PDAM Padang), Muswendry Evytes (Pemko Padang), Redy Fikarlo (PDAM Kota Padang), dan Syaharmen (PDAM Kota Padang). 

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang Erisman seperti dilansir media nasional mengatakan proses lelang kali ini benar-benar bersih dari segala kepentingan. Ia menilai, tidak ada calon yang secara pribadi mempunyai hubungan dengan pansel dan Walikota. “Jadi ini semua prosesnya bersih dari segala kepentingan,” katanya.(tf/ch).


Post a Comment