Ads (728x90)


PADANGPOS.COM,  (Jakarta), 


Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) terlalu ramah terhadap partai yang bersengketa, dalam hal ini Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Golkar.

"Itu contoh pasangan bersengketa bisa calonkan selama calon yang diusung sama. Itu tandanya KPU ramah kepada partai, artinya tanda kutip bisa diintervensi," ujar Ray dalam diskusi PARA Syindicate bertajuk 'Ancaman Pilkada Serentak' di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2015).

Ray menjelaskan pasal di dalam Peraturan KPU yang mengatur bahwa partai berkonflik bisa ajukan calon kepala daerah asal yang dicalonkan sama itu tidak sesuai dengan Undang-Undang tentang tata cara pencalonan dalam pilkada.

"Pasal ini bertentangan dengan pasal sebelumnya, yang mengatur pasangan calon itu bisa diterima kalau ditandatangani oleh kepengurusan di tingkat daerah, pusat dan diakui oleh Kemnkumham. Itu penting," kata Ray.

Ray mengatakan seharusnya KPU bersikap independen, tidak mudah mendapat intervensi dari pihak manapun. Menurut Ray, KPU seharusnya bertindak tegas terhadap partai politik.

"Sekali-kali partai diberi sanksi. Harusnya tegas, partai tidak siap, keluar. Kalau mau ikut pilkada itu partai harus betul-betul persiapkan diri. Jangan mencari celah," ucap Ray. dikutip dari tribun

Post a Comment