Ads (728x90)



PADANGPOS.COM. (Padang),  


Pemerintah Kota Padang akhirnya menurunkan tim untuk membongkar bangunan liar yang berdiri di lahan pembangunan jalur dua Jalan By Pass, Rabu (29/7). Sedikitnya, belasan bangunan yang terdiri dari kedai, bengkel dan rumah makan yang terdapat di Simpang Maransi hingga di depan RS Sitti Rahmah, Kecamatan Koto Tangah berhasil dibongkar.

Kendati mendapat perlawanan dari pemilik, namun tim bergeming, pembongkaran terhadap bangunan tak memiliki izin di lahan tersebut tetap dilaksanakan. Tim terdiri dari Satpol PP, Dinas Tata Ruang Tata Bangunan dan Perumahan (DTRTBP) dan SKPD terkait lainnya, serta dibantu aparat TNI dan Kepolisian.

Asisten I Sekretariat Kota Padang, Vidal Triza selaku koordinator tim pembebasan lahan Jalur II Jalan By Pass mengatakan, pembongkaran bangunan dilaksanakan setelah sebelumnya diturunkan surat edaran bagi masyarakat pemilik warga pemilik bangunan. Bangunan yang dibongkar, selain tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) juga berdiri di atas lahan konsolidasi selebar 40 meter yang mestinya sudah dikosongkan karena pengerjaan pembangunan jalur dua Jalan By Pass sudah berjalan. Terlebih, penyelesaian pembebasan lahan sudah ditenggat pihak investor agar tuntas hingga akhir Juli 2015 ini.

Menurut Vidal, dasar pembongkaran bangunan - bangunan tersebut sesuai dengan Perda Nomor 6 tahun 1990 tentang tata bangunan, Perda Nomor 11 tahun 2005 tentang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, serta Perwako nomor 17 tahun 2015.

"Kenyataannya, bangunan yang dibongkar sekarang tidak memiliki IMB. Sedangkan, pemilik sudah diminta untuk membuka sendiri bangunannya melalui surat peringatan. Bila belum membukanya, maka petugas dari Pemko Padang akan membantu membongkarnya," kata Vidal.

Seperti diketahui, kata Vidal, Pembangunan jalur dua bypass ini bersumber dari dana pinjaman luar negeri. Korea sebagai negara pendana memberi tenggat waktu hingga akhir Juli ini tidak ada lagi bangunan yang berada di jalur 40 bypass. “Kalau ini tak selesai, Kota Padang pastinya tidak akan mampu dengan keuangan daerah melanjutkan pembangunan ini,” tukuk Vidal.

Sementara itu, Kepala Bagian Pertanahan Setda Kota Padang, Amasrul mengatakan, untuk pembebasan lahan jalur dua Jalan By Pass, di Koto Tangah masih terdapat 32 titik, 28 diantaranya sudah steril. Empat titik lagi tengah dilakukan pemanggilan kedua kepada pemilik tanah dan bangunan tersebut.

"Untuk lahan konsolidasi yang masih bermasalah akan segera kita tuntaskan. Setelah di Koto Tangah, maka di Pauh dan Kuranji juga akan diselesaikan. Saat ini seluruhnya masih terkendala sepanjang 5,2 kilometer," sebutnya.

Namun demikian, Pemko Padang tetap optimis pembebasan lahan jalur dua By Pass bisa dituntaskan sesuai target. "Kami berharap dukungan masyarakat Kota Padang dalam penyelesaian lahan dan pembangunan jalan By Pass untuk kepentingan bersama," tukasnya.(tf/du)

Post a Comment