Ads (728x90)

PADANGPOS.COM, (Jakarta),

98 Institut mendesak polisi segera menangkap pelaku perusakan sebuah masjid saat umat Islam menunaikan Salat Idul Fitri Tolikara Papua.

"Polisi jangan pandang bulu dalam menangani kasus ini ,tangkap siapapun yang bertindak melawan hukum"ujar Sayed Junaidi Rizaldi MSi Direktur Eksekutif 98 institut‎, Jumat ‎(17/7/2015).

Menurut Sayed Junaidi Rizaldi yang juga lulusan S2 politik UI ini, jika kasus ini lamban diungkap, dapat dimanfaatkan kelompok - kelompok terentu untuk memerkeruh suasana.

Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia, fernando Sitorus

Menurut Fernando, kebebasan menjalankan agama dan kepercayaan dilindungi UUD 1945. Jadi, polisi harus tegas melindungi orang yang akan beribadah, sebaliknya juga bertindak tegas terhadap perusak rumah ibadah.

Fernando juga mengungkapkan, selama ini umat islam dan kristen di papua bisa hidup berdampingan. Fernando mencontohkan, di sebuah pulau di Sorong, ummat kristen bahkan ikut dalam acara takbiran.

Karena itu, fernando meminta warga tidak mudah terprovokasi dengan isu ,surat edaran yang belum jelas asal-usulnya"ujar fernando.

Pelaksanaan shalat Idul Fitri di Karubaga, Tolikara, Papua, pada Jumat (17/7) pagi diwarnai aksi kericuhan. Sekelompok massa berupaya mengusir para jamaah dengan agitasi kekerasan.
Akibatnya, umat Islam setempat lari ketakutan dan sejumlah bangunan, termasuk sebuah masjid dirusak. dikutip dari tribun

Post a Comment