Ads (728x90)

PADANGPOS.COM,  (AS)
 Untuk beberapa Muslim Amerika, Idul Fitri dirasakan sulit untuk dikhidmati. Apalagi, berhadapan dengan diskriminasi anti-muslim yang mengancam.

Menurut perwakilan Council on American-Islamic Relations, Ibrahim Hooper, diskriminasi anti-Muslim semakin membuat umat Islam di Amerika sulit untuk menikmati Idul Fitri.

Ia kemudian membahas soal insiden yang dialami seorang wanita di New York, yang ditinju dan dibentak menggunakan kata-kata anti-Muslim oleh seorang pria, terjadi Selasa (14/7/2015) lalu.

"Muslim di Amerika mengalaminya hampir tiap hari. Diskriminasi seperti itulah yang kerap membuat trauma," kata Ibrahim pada USA Today.

Selain diskriminasi, hal yang kerap dialami oleh Muslim di Amerika adalah anggapan atau stereotip bias terhadap umat Islam.

"Hal yang membuat kami tak percaya adalah pendapat bias soal Muslim. Itu sama sekali tak masuk di akal kami," ucap pendiri Free Muslim Coalition, Kamal Nawash.

Kamal menghubungkan anggapan bias tersebut dengan cara berpakaian para Muslim. Ia berpendapat bahwa justru biasanya yang menjadi korban diskriminasi adalah umat berpakaian ala Muslim, seperti sorban, baju panjang, atau kerudung.

Meski demikian, banyak juga warga Amerika yang terinspirasi oleh cara berpakaian Muslim dan ingin mempelajari lebih jauh mengenai tradisi dan budaya Muslim.

"Saya harap makin banyak masyarakat yang mendukung agar tindak diskriminasi ini segera diakhiri," tutur Ibrahim lagi. dikutip dari tribun

Post a Comment