Ads (728x90)

 PADANGPOS.COM.  (Padang),
  
Keresahan warga Kota Padang yang berada di kawasan pinggir pantai khususnya di Kelurahan Parupuk Tabing sekitarnya terhadap ancaman bencana gempa dan tsunami, telah direspon pihak pemerintah dengan terus diupayakannya langkah-langkah mitigasi.

Seperti pada Selasa (28/7), bertempat di ruang dinas Walikota Padang, telah dilakukannya penandatanganan naskah kesepahaman Memorandum Of Understanding (MoU) yaitu antara yayasan Siaga Penyelamat Inovatif (SPIN) dengan Universitas Andalas (Unand). MoU tersebut, disaksikan Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah serta Danlanud Padang, Letkol Pnb Mohammad Apon.

Dalam kesempatan itu Wako Mahyeldi mengatakan, pada hari ini, telah terjawab dari upaya yang dilakukan lebih kurang lima tahun dengan terciptanya MoU antara yayasan SPIN dengan Unand. Kerja sama tersebut, dalam bentuk membangun prasarana taman evakuasi tsunami yang bertempat di Lanud Tabing dan direncanakan September 2015 ini dimulai pengerjaannya.

"Taman Evakuasi Tsunami di Padang yang disingkat TEP ini, atas dukungan TNI-AU yang berlokasi di bagian lapangan terbang TNI-AU Tabing Padang dengan lahan seluas kurang lebih 20.000 m2 atau 2 Hektar yang telah disepakati dan melalui hasil kajian dari Geo hazard Internasional dan Standford University USA. Untuk itu, Alhamdulillah, semoga dengan adanya taman evakuasi tsunami ini, masyarakat akan nyaman secara psikologis dan mungkin tidak perlu berbondong-bondong lagi menuju ke daerah tinggi sesudah terjadinya gempa,” jelas Wako.

Mahyeldi melanjutkan, pembangunan taman evakuasi tsunami ini merupakan salah satu keberhasilan dari upaya BNPB, SPIN, Unand dan beberapa pihak yang mendukung selama ini.
“Maka dari itu, atas nama Pemko Padang sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Taman evakuasi tsunami tidak hanya sebagai pengganti shelter, namun sangat mudah diakses masyarakat banyak,” ungkapnya.

Setelah itu, Dr. Ir. Febrin Anas Ismail menjelaskan, kerja sama kali ini merupakan upaya dari Unand yang juga berfikir tentang bagaimana memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan shelter di Kota Padang yang merupakan daerah potensi tsunaminya cukup tinggi.
“Maka untuk itu kita memiliki ide berupa membuat taman yang dinaikkan seperti bukit buatan. Ide ini tentu bisa diwujudkan jika ada lokasi dan dukungan semua pihak. Kita pun bersyukur, baik pemilik lahan dan yayasan yang akan menggalang dana menyatakan siap. Sehingga, ke depan tinggal pelaksanaannya lagi,” imbuhnya.

Kemudian, Perwakilan yayasan SPIN, Budi mengatakan, dalam hal ini yayasannya dalam rangka membantu pemerintah untuk mewujudkan upaya perlindungan kepada masyarakat dalam bentuk membangun fasilitas taman evakuasi tsunami bagi masyarakat jika tsunami terjadi. Alasan kita memilih Padang, dikarenakan secara ahli dan teori mengatakan bahwa gempa terbesar terjadi setelah Nepal yakni di Indonesia dan ahli juga mengatakan yang paling berpotensi adalah di Sumatera Barat (Sumbar).

“Yayasan SPIN ini hanya untuk kemaslahatan umat, artinya kita mencari dana dari pengusaha, stakeholder dan badan internasional untuk perlindungan bagi keselamatan masyarakat. Jadi dalam perencanaan pembangunan taman evakuasi nanti, untuk konsep dasar akan diatur oleh ahli dari Amerika dan perencanaan teknisnya kita kerja samakan dengan Unand,” bebernya. (tf/dv)

Post a Comment