Ads (728x90)


PADANGPOS.COM. (Padang),


Pratu Sepri Doni, salah seorang dari dua anggota TNI-AU asal Sumatera Barat (Sumbar) yang menjadi korban jatuhnya pesawat Hercules A -1310 di Medan telah dimakamkan, pada Rabu (1/7) siang di Padang. 

Hingga malamnya, suasana haru dan duka masih menyelimuti keluarga korban di kediaman orang tua almarhum yang berada di Pasie Dama, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah tersebut.

Pada malam itu, Walikota Padang, H Mahyeldi Ansharullah tengah melayat ke rumah duka. Wako pun menyampaikan, turut berduka cita yang mendalam atas kepergian Pratu Sepri Doni selaku putra terbaik bangsa.

“Almarhum salah satu dari dua prajuri TNI-AU yang menjadi korban atas jatuhnya pesawat Hercules di Medan, Selasa (30/6) lalu. Berdasarkan keterangan kerabat dekatnya, beliau dikenal sebagai prajurit yang rendah hati, memiliki ketekunan serta berdedikasi juang yang tinggi," katanya.

Wako menambahkan, dengan adanya musibah tersebut, berharap keluarga khususnya istri dan anak yanng telah ditinggalkan oleh almarhum, senantiasa diberikan ketabahan dan kesabaran oleh Allah SWT. Kemudian, bagi almarhum semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya dan diterima di sisinya.

“Musibah memang tidak bisa kita menebak kapan dan dimana akan terjadinya. Untuk itu, mari kita selalu waspada dan menjaga diri dan keluarga kita dari segala bentuk marabahaya,” himbau wako.

Sementara itu, disampaikan ayah almarhum Pratu Sepri Doni, Darman (60), sebelum insiden itu terjadi beliau sempat menelefon ibunya di Pasia Dama, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kota Padang.

“Dia bilang pada ibunya bahwa pada pukul 10.00 WIB pagi di Medan, bahwa dia mau berangkat ke Tanjung Pinang,” ucap Darman.

Padahal, lanjut Darman, almarhum ini ada rencananya mau pulang kampung ke Padang saat Lebaran bersama istri dan anaknya yang berusia lima bulan. 

“Tapi apa dikata, takdir berkehendak lain. Kami tidak bisa merayakan Idul Fitri bersama,” ungkapnya.

Kemudian, tambahhnya lagi, Pratu Sepri Doni menutup usia pada umur 28 tahun. Beliau merupakan alumni SMK Kartika Padang. Dia tamat sekolah pada tahun 2008, kemudian melamar menjadi anggota TNI AU, dan langsung diterima dan bertugas di Malang. 

“Baru tiga bulan ini dia bertugas di Pekanbaru, rencananya ke Tanjung Pinang itu untuk tugas luar saja,” pungkasnya mengakhiri. (tf/dv).  

Post a Comment