Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang), 


Inflasi di Kota Padang cenderung bergerak menanjak pada beberapa bulan ke depan di 2015 ini. Terlihat dari akumulasi inflasi selama Januari sampai dengan Juli 2015 yang mencapai -0,84 %. Sedangkan dibandingkan dengan rentang Juli 2014 sampai dengan Juli 2015 inflasi di Kota Padang sudah berada di angka 8,85 %.

"Pengendalian terhadap inflasi yang dipengaruhi harga barang pangan strategis ini perlu segera dikoordinasikan. Sekaligus melakukan intervensi terhadap harga barang-barang belanja yang berada di bawah kebijakan pemerintah agar laju inflasi dapat dicegah, terutama terhadap peningkatan harga pada barang pangan strategis," kata Walikota Padang Mahyeldi Dt. Marajo usai membuka Rapat Koordinsasi (Rakor) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang di Ruang Abu Bakar Jaar, Balaikota Padang, Kamis (27/8).

Mahyeldi menambahkan, sinergi dengan instansi-instansi terkait yang memiliki peran dalam mengatur kebijakan terhadap barang-barang pangan strategis merupakan satu bentuk kebijakan yang disediakan pemerintah dalam membantu pengendalian terhadap laju inflasi yang tidak terkendali. "Kerjasama antar TPID se-Sumatera Barat dan berbagi teknis dengan para ahli, akademisi serta stake holder lainnya diharapkan inflasi secara menyeluruh dapat terkendali, khususnya di Kota Padang," imbuhnya.

Menurut Mahyeldi, permasalahan yang masih dihadapi saat ini, masih belum terwujudnya kerjasama yang konkrit dan berkualitas antar sesama SKPD yang berada dalam
koordinasi TPID. Sehingga munculnya kenaikan-kenaikan mendadak terhadap barang-barang kebutuhan pokok luput dari pemantauan. "Juga diakui masih lemahnya peran pemerintah dalam memutus mata rantai distribusi perdagangan sehingga peran kontrol harga produk menjadi lemah," ujarnya.

Sementara itu Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Padang Edhi Dharma mengatakan, dengan terlaksananya Rakor TPID Kota Padang ddan beberapa TPID kabupaten /kota lainnya ini dapat meningkatkan koordinasi kerjasama sekaligus mengevaluasi kerja TPID selama semester pertama 2015. "Sedangkan hasil yang diharapkan, terlaksananya proses pendistribusian barang yang sesuai dengan aturan, terbinanya pelaku usaha yang profesional, terwujudnya kerja sama antar daerah, serta terjadinya penyederhanaan dalam perdagangan barang pangan startegis sehingga mata rantai distribusi yang terlalu panjang dapat dikurangi," sebutnya.

Rakor TPID ini menghadirkan narasumber Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Puji Atmoko, Kepala Badan Pusat Statistik Sumbar, Ketua BPSK Nasional serta Kepala SKPD terkait. Peserta Rakor terdiri dari TPID kabupaten/kota se-Sumatera Barat.(tf/du).

Post a Comment