Ads (728x90)


PADANGPOS.COM. (Padang), 


Waktu berputar zaman beredar. Cepatnya perkembangan zaman dan kian derasnya arus modernisasi membuat tradisi yang telah lama berkembang semakin terpinggirkan. Namun begitu, seiring dengan semakin gencarnya budaya asing yang masuk ke Indonesia, budaya Minangkabau justru masih tetap terjaga dan lestari di tengah-tengah masyarakat. Salahsatu budaya yang masih tetap berkembang yakni randai.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, Erisman merasa tergugah dengan masih mentradisinya budaya randai di masyarakat Kota Padang. Ketergugahannya itu ditunjukkan dengan langsung menyambangi sanggar randai “Ranah Minang Saiyo Sakato” di Ganting, Kecamatan Padang Timur, Rabu (29/7) malam.

Sanggar randai “Ranah Minang Saiyo Sakato” adalah sanggar yang hingga kini masih tetap berlatih dan menampilkan kesenian randai serta silat. Dari sekian banyak sanggar randai yang ada di Padang, sanggar randai ini masih tetap eksis. Para perandai yang dilatih Haji Azwar Aceh Zet (76 tahun) ini sangat luar biasa. Masih berusia muda sekitar 12 – 16 tahun. Mereka terlihat antusias berlatih, mengikuti gerak-gerik yang diajarkan Haji Azwar Aceh Zet pada malam itu.

Sanggar randai “Ranah Minang Saiyo Sakato” berada di tengah Kota Padang. Hal inilah yang cukup membuat Keua DPRD terkesan, sebab selama ini sanggar randai pada umumnya hanya berada di pinggiran kota Padang. “Randai pada umumnya berada di pinggiran kota, jika pun ada yang di tengah kota mungkin pada zaman sekarang sudah cenderung punah dan habis. Sekarang kita melihat di tengah kota ada satu sanggar yang membina randai dan silat. Ini yang perlu kita apresiasi kepada grup randai ini untuk bisa terus bertumbuhkembang dan dicintai,” papar Erisman saat berada di sanggar randai itu.

Erisman melihat sanggar ini perlu perhatian terutama kebutuhan perlengkapan seperti pakaian dan tempat. Erisman mengimbau agar Dinas Budparpora membuat gebrakan baru di tengah kota serta menyuport sanggar tersebut dengan memperhatikan kebutuhan dan keperluan. “Saya di DPRD akan membantu dan memberikan support sepenuhnya kepada Dinas Budparpora dalam pembinaan sanggar ini,” ungkapnya.

Erisman sangat menginginkan randai kembali dicintai dan jaya di era saat ini. “Kecintaan saya tak lain dan tak bukan karena rindu dengan masa kejayaan randai. Dimana zaman dulu setiap ada kegiatan keagamaan selalu ada randai dan silat,” ungkapnya.

Respon positif juga ditunjukkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang. Kadis Budparpora Dian Fakhri yang juga meluncur ke sanggar itu melihat langsung pelaku randai berlatih bersama. Dian sangat mengapresiasi keberadaan sanggar randai itu.

Menurut Dian, sebenarnya di Kota Padang terdapat sebanyak lebih kurang 80 sanggar, dan 30 sanggar diantaranya adalah tiang sanggar randai. “Sanggar ini ada di tengah kota. Ini sangat bagus dan akan kita lestarikan. Sebab randai tidak hanya menampilkan gerakan, tetapi juga mengajarkan pembinaan mental anak-anak menjadi baik,” tutur Dian.

Dian Fakhri akan mencoba “menjual” sanggar randai ini agar lebih berkembang dan dinikmati para wisatawan atau pelancong yang datang ke Padang. Apalagi sanggar ini berada di tengah kota dan dekat dengan hotel, sehingga akan cukup mudah untuk ‘menjualnya’. “Akan tetapi untuk melakukan itu semua memang butuh keseriusan. Namun kita akan usulkan ke DPRD untuk pembinaan sanggar ini ke depannya,” tukuk Dian.

Sanggar randai yang diasuh Haji Azwar Aceh Zet malam itu berlatih cukup serius. Di bawah penerangan seadanya di halaman rumah seorang warga, Haji Azwar Aceh Zet memperhatikan setiap gerakkan yang dibawakan anak asuhnya. “Ambo sajak saisuak tertarik jo dasar silek samo randai. Sehinggo tapikia untuak malahiakan tuo silek randai. Alhamdulillah dalam limo bulan ko alah dibina anak nagari jo jurus duo posisi, babaliak ka nagari jo seni budaya minangkabau silek randai, samo babaliak ka surau jo mangaji dan witir,” ungkapnya.

Haji Azwar Aceh Zet cukup senang saat sanggarnya disambangi Ketua DPRD, Erisman. Baginya, dengan kunjungan ini akan menambah semangat anak asuhnya berlatih dan memajukan budaya Minangkabau. (tf/ch).

Post a Comment