Ads (728x90)


PADANGPOS.COM.  (Jakarta),  


Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik enam menteri dan pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Kerja, Rabu (12/8/2015). Mereka dilantik setelah pelantikan Rano Karno sebagai Gubernur Banten di Istana Negara, Jakarta.

Keenam menteri yang dilantik itu adalah Luhut Binsar Pandjaitan yang dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. Luhut akan merangkap jabatan sebagai Kepala Staf Kepresidenan, yang ia jabat sebelumnya.

Ekonom Rizal Ramli dilantik sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman. Rizal menggantikan posisi Indroyono Soesilo.

Selanjutnya, Thomas Trikasih Lembong dilantik sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Rachmat Gobel. Sementara Sofjan Djalil, yang sebelumnya menjabat Menko Perekonomian, dilantik sebagai Kepala Bappenas menggantikan Andrinof Chaniago.

Adapun mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dilantik sebagai Menko Perekonomian. Kemudian, Pramono Anung, politisi PDI-P, dilantik menjadi Sekretaris Kabinet. Pramono menggantikan posisi Andi Widjajanto.

Proses pelantikan diawali pembacaan surat keputusan presiden tentang pemberhentian dengan hormat dan pengangkatan menteri.

Penetapan keenam menteri baru itu diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 79/P Tahun 2015 tentang pergantian beberapa menteri Kabinet Kerja periode 2014-2019 dan Keppres Nomor 80/P Tahun 2015 tentang pemberhentian dan pengangkatan Sekretaris Kabinet.

Dua aturan ini berisi pemberhentian atas Tedjo Edhi Purdijatno sebagai Menko Politik, Hukum, dan Keamanan; Sofyan Djalil sebagai Menteri Koordinator Perekonomian; Andrinof Chaniago sebagai Kepala Bappenas; Indroyono Soesilo sebagai Menko Kemaritiman; Rachmat Gobel sebagai Menteri Perdagangan; dan Andi Widjajanto sebagai Sekretaris Kabinet. Aturan itu juga berisi pengangkatan terhadap enam menteri baru yang dilantik ini.

Sementara itu Anggota Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, mengungkapkan alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pergantian terhadap lima menteri dan sekretaris kabinet. Pergantian itu dilakukan lebih karena faktor antisipasi menghadapi krisis.

Jokowi, menurut Teten, membutuhkan sosok menteri yang berpengalaman dalam menghadapi krisis.

“Presiden pertimbangkan aspek profesionalitas, integritas. Aspek yang lain yang khusus dalam respons peristiwa terakhir, terutama masalah ekonomi, yang punya pengalaman menangani krisis,” ujar Teten di Istana Kepresidenan, Rabu (12/8/2015).

Dari enam menteri yang dilantik Presiden Jokowi, sebagian nama menteri itu merupakan tokoh senior, terutama di bidang ekonomi, misalnya, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli.

Darmin merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia pada tahun 2010-2013. Pria kelahiran Tapanuli, 21 Desember 1948, itu juga memiliki karier yang panjang di pemerintahan. Dia sempat menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak periode 2006-2009, Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan periode 2005-2006, serta Direktur Jenderal Lembaga Keuangan, 2000-2005.

Sedangkan Rizal Ramli juga pernah merasakan asam garam pemerintahan. Dia sempat menjadi Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Keuangan pada periode Kabinet Persatuan Nasional yang dipimpin Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid. Dia pun sempat menjadi Kepala Badan Urusan Logistik pada era krisis tahun 1998.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menuturkan, perombakan kabinet ini diharapkan bisa mempercepat laju kerja kabinet. “Presiden ingin pemerintahan ini efektif, efisien, kokoh, terkonsolidasi, semakin bergerak cepat, dan meluas dalam hadapi tantangan global,” kata dia.(KC/NHO

Post a Comment