Ads (728x90)


PADANGPOS.COM. (Padang),  


Kota Padang memiliki bekal sebagai kota metropolitan. Sebab, sejak ‘saisuak’, Padang telah menjadi pintu gerbang di Sumatera bagian Barat. Kawasan Teluk Bayur menjadi pusat ekspor-impor barang. 

Berbekal itulah saat ini Kota Padang tengah bersiap untuk menjadi kota metropolitan. Salahsatu yang mempengaruhi akan mampunya Kota Padang menjadi kota metropolitan yakni pertumbuhan ekonomi yang baik, ketersediaan sarana prasarana serta dukungan dari daerah hinterland. 

“Dengan modal dukungan itu sangat besar manfaatnya dalam percepatan salahsatu konsep yang sesuai dengan perkembangan perwujudan Kota Padang sebagai kota metropolitan,” terang Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah di saat HUT Kota Padang ke-346, Jumat (7/8). 

Salahsatu strategi pengembangan wilayah perkotaan adalah menjadikan kawasan metropolitan Palapa (Padang – Lubuk Alung – Pariaman) sebagai pusat kegiatan Nasional. “Keadaan tersebut merupakan harapan bagi Pemko Padang sebagai inti kota metropolitan Palapa menuju Kawasan Strategis Nasional (KSN),” tambah Walikota. 

Dalam dokumen perencanaan wilayah dan pembangunan pada tingkat Provinsi maupun kota, Padang memang telah diarahkan menjadi kota inti dari pengembangan metropolitan melalui kerjasama ketiga daerah itu. 

Ketiga daerah ini menjadi pusat pertumbuhan utama dengan alasan ketiga daerah ini terhubung secara geografis sangat berdekatan. 

Dimana saat Padang terjadi over supply (penduduk, ekonomi dan lainnya) dan karena keterbatasan lahan yang ada, kedua daerah lain justru memiliki ketersediaan lahan yang cukup luas untuk menampung kelebihan di Padang. 

“Dari segi infrastruktur, ketiga daerah ini sudah memiliki bandara internasional (BIM) di Padang Pariaman, Teluk Bayur (Padang) dan kawasan industry ‘Padang Industrial Park’ (PIP) di Padang Pariaman, serta kawasan wisata laut dan pantai di Pariaman,” ucap Mahyeldi.(tf/ch).

Post a Comment