Ads (728x90)


PADANGPOS.COM. (Jakarta),  


Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menilai wajar jika Presiden Joko Widodo mempertahankan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Saat melakukan reshuffle kabinet, Rabu (13/8/2015), Jokowi mengganti tiga Menko, yakni Menko Polhukam, Menko Perekonomian, dan Menko Maritim.

Hanya Puan, putri Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, yang aman di posisinya sebagai Menko PMK.

"Puan memiliki modal sosial yang tinggi karena Puan adalah simbol dukungan dari partai yang mengusung Jokowi. Modal sosial ini yang besar. Kita tak bisa menutup mata," kata Hendrawan saat dihubungi, Kamis (13/8/2015).

Tak hanya itu, Hendrawan juga menilai sosok Puan dapat berkomunikasi dengan baik dengan DPR. Pengalaman Puan sebagai Anggota DPR bisa lebih mencairkan hubungan antara eksekutif dan legislatif.

"Apalagi dia kan pernah jadi Ketua Fraksi PDI-P juga," ucap Anggota Komisi XI DPR RI ini.
Terakhir, kata Hendrawan, kinerja Puan selama menjabat sebagai Menko PMK juga sudah cukup maksimal.

Hal tersebut dari berjalannya program-program seperti Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera.

Meski itu adalah program langsung yang dicanangkan Jokowi, tetapi Hendrawan menilai, kementerian yang ada di bawah koordinasi Puan bisa mengeksekusinya dengan baik.

"Program riil yang dihasilkan oleh kementerian-kementerian yang ada dibawah Puan, paling kelihatan," ucapnya.

Presiden Jokowi sudah melantik lima menteri dan pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Kerja, Rabu (12/8/2015).

Kelima menteri yang dilantik itu adalah Luhut Binsar Pandjaitan yang dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. Luhut akan merangka
p jabatan sebagai Kepala Staf Kepresidenan, yang ia jabat sebelumnya.

Ekonom Rizal Ramli dilantik sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman. Rizal menggantikan posisi Indroyono Soesilo.

Selanjutnya, Thomas Trikasih Lembong dilantik sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Rachmat Gobel.

Sementara itu, Sofjan Djalil, yang sebelumnya menjabat Menko Perekonomian, dilantik sebagai Kepala Bappenas untuk menggantikan Andrinof Chaniago.

Adapun mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dilantik sebagai Menko Perekonomian. Kemudian, Pramono Anung, politisi PDI-P, dilantik menjadi Sekretaris Kabinet.

Pramono menggantikan posisi Andi Widjajanto. dikutip dari tribun

Post a Comment