Ads (728x90)


PADANGPOS.COM,  (Pamekasan),   


Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Pamekasan, Moh Ali, Sabtu (15/8/2015), mengatakan, masyarakat sendirilah yang menciptakan persepsi negatif terkait atribut PKI yang digunakan dalam karnaval memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-70 di Kabupaten Pamekasan.

Masyarakat, tambah Ali, sudah menyebarkan melalui media sosial bahwa karnaval dengan atribut PKI memiliki makna negatif. Padahal substansi penggunaan atribut-atribut itu adalah untuk memperlihatkan kepada warga sejarah kekejaman dan pemberontakan yang pernah dilakukan organisasi itu.

“Penampilan kami di karnaval dianggap mau menyesatkan masyarakat. Padahal kami tidak memiliki maksud ke sana,” kata Ali, saat ditemui di sela-sela pemeriksaan di Polres Pamekasan.

Penggunaan atribut PKI itu sendiri, lanjut Ali, bukan atas kemauan para kepala sekolah yang ada di bawah naungan MKKS SMP Negeri. Melainkan karena sudah diarahkan panitia karnaval HUT Kemerdekaan RI. Panitia meminta peserta dari MKKS menampilkan atribut PKI, lengkap dengan para Pahlawan Revolusi dan tokoh-tokoh partai tersebut.

Sesuai desain karnaval yang disusun panitia kabupaten, MKKS SMP Negeri mendapat bagian menampilkan tonggak sejarah sekitar peristiwa pemberontakan G30S/PKI. “Sesuai petunjuk panitia, kostum yang wajib digunakan yakni seragam delapan jenderal yang dibunuh dan dalam barisan terdapat juga tokoh-tokoh PKI Aidit cs serta anggota PKI bersenjata clurit dan simbol-simbol palu arit,” ujar Ali.

Dalam barisan itu juga, dimunculkan para perempuan anggota Gerwani yang mengenakan kebaya sederhana khas wanita tempo dulu. “Kalau kita tidak mengikuti ketentuan panitia, kita disalahkan dan dikurangi nilainya. Jadi semua konsep sudah dari panitia kabupaten semua,” lanjut Ali.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Suli Faris mengaku heran terkait munculnya atribut-atribut PKI dalam karnaval HUT Kemerdekaan RI. Pasalnya, dia tak melihat kaitan antara kemerdekaan dengan pemberontakan PKI di Indonesia.

 “Saya tidak mengerti dengan kemauan dari panitia dan peserta sehingga muncul simbol-simbol PKI yang jumlahnya banyak,” kata Suli Faris.(Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman)

Post a Comment