Ads (728x90)

SOSOK dan sepak terjang mantan Bupati Solok, Syamsu Rahim  di balantika dunia perpolitikan di Ranah Minang terlihat senyap alias hanap. Fakta itu wajar dan sah-sah saja jika muncul berbagai gunjingan dan ciloteh urang balai, serta para pialang politik yang lagi menuai panen di pilkada serentak, yang akan digelar, 9 Desember 2015.  

Tak berlebihan juga rasanya, kalau kepiawaian  Syamsu Rahim bermanuver politik di kancah politik sebelumnya memang telah teruji dengan keberhasilnya menjadi Ketua DPRD Sawah Lunto, Walikota Solok dan Bupati Solok,  yang kiprahnya sebagai penguasa di Bumi Bareh Solok,  telah berakhir , Agustus 2015 lalu.

Dari fakta dan fenomena tersebut,  ada hal yang menarik di simak dan dikaji dari rekam jejak Syamsu Rahim disaat-saat akan mengakhiri jabatannya sebagai Bupati Solok. Kenapa? Karena Syamsul Rahim yang masih punya peluang untuk menjadi Bupati Solok untuk periode 2015-2020, lebih memilih maju sebagai salah seorang kandidat Wakil Gubernur Sumbar. Bahkan, Syamsu Rahim termasuk yang disebut-sebut waktu itu bakal mendampingi Prof Dr H Irwan Prayitno Psi Msc yang sudah mengantongi dukungan dari partainya sendiri, yakni PKS.

Tapi rupanya, perjalanan karier politik Syamsu Rahim kandas, begitu Prof Dr Irwan Prayitno Psi Msc telah dijodohkan maju di Pilgub Sumbar 2015-2020 bersama mantan Bupati Pesisir Selatan, Nasrul Abit yang telah mengantongi tiket dari Partai Gerinda, sehingga terjadi koalisi PKS-Gerindra, yang meskipun mendapat riak-riak politik dari kader partai yang dikomandoi Prabowo Subianto.

Kini nasib Syamsu Rahim sungguh sangat ironisnya. Kenapa? Karena peluang  Syamsu Rahim untuk menjadi Wakil Gubernur Sumbar yang sebelumnya masih terbuka, kandas sudah. Padahal sebelumnya  Partai Golkar versi Agung Laksono telah menduetkannya bakal maju bersama Fauzi Bahar di Pilgub Sumbar. Namun, lagi-lagi harapanya tersebut kandas, begitu koalisi Sumbar Bangkit yang dimotori para politisi partai besar, seperti Golkar, Nasdem, Demokrat, PDI-P dan Hanura tak melirik atau tak menggubris mimpi dan keinginan Syamsu Rahim. Bahkan koalisi partai SUmbar Bangkit lebih memilih Muslim Kamis berpasangan dengan Fauzi Bahar.

Yang menariknya, konon kabarnya, munculnya nama mantan Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim berpasangan dengan Fauzi Bahar, maunya poltisi senior Partai Golkar, Jusuf Kalla alias JK, Syurya Paloh dari Nasdem bersama para tokoh Minang yang berdomisili di Jakarta, diantaranya disebut-sebut Syahrul Ujud mantan Walikota Padang, Is Anwar Rajo Perak. 

Begitu koalisi Sumbar Bangkit menetapkan pasangan MK-FB, sosok Syamsu Rahim langsung diumumkan sebagai Ketua Tim Suksesnya. Bahkan, berbagai media massa mengadang-gadangkan sosok Syamsu Rahim bakal sukses mengantarkan pasangan Muslim Kasim dan Fauzi Bahar ke puncajk kekuasaan sebagai gubernur dan wakil gubernur Sumbar.

Tapi kini apa yang terjadi?. Sosok Syamsu Rahim seakan tak bergema sama sekali dalam gebyar dan hoyak-hoyak husen pasangan MK-FB. Fakta ini membuat, sosok Syamsu Rahim jadi gunjingan dan ciloteh masyarakat di lapau-lapau dan pelanta. Bahkan, ada yang menyebutkan kalau Syamsu Rahim bukan lagi Ketua Timses Pasangan MK-FB. Gunjingan lainnya, Syamsu Rahim hanya bertugas untuk wilayah Kabupaten Solok saja. 

Yang hebatnya lagi, ada yang menggungjingkan Syamsu Rahim sudah patah arang dengan pasangan MK-FB. Pemicunya, disebut-sebut Syamsu Rahim sangat kecewa dan terpukul mentalnya begitu mengumpulkan para walinagari se Kabupaten Solok dan mereka itu diinapkan di salah satu hotel berbintang di Kota Padang. 

Lantas apa yang terjadi? Kabar burungnya pasangan MK-FB tak bersedia menanggung biaya menginap para walinagari yang diundang Syamsu Rahim tersebut, karena katanya sebelumnya tak ada komunikasi dan persetujuan MK-FB.

Selain akibatnya, tragedi di hotel berbintang tersebut, Syamsu Rahim sebagai Ketua Timses, juga  merasa tak dihargai dan didukung dengan mobilitas operasional. Bahkan, Syamsu Rahim pernah menemui pasangan MK-FB dengan mempergunakan taxi. Tapi bahasa isarat yang dilakukan Syamsu Rahim, tampaknya tak diterjemahkan secara arif oleh pasangan MK-FB dengan nomor urut 1 di Pilgub Sumbar. 

Lantas bagaimana kondisi dan informasi yang sebenar nya tentang Syamsu Rahim? Ya mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang. (Penulis wartawan tabloid bijak dan padangpos.com). 

Post a Comment

  1. Sebelumnya perkenalkan nama saya Rahmad Bastian di jawa tengah ingin menceritakan kepada semua teman-teman bahwa saya yg dulunya orang yg paling susah kampungku,buat makan aja harus ngutan dulu ama tetangga itupun kalau ada yg mau ngasi,semakin saya berusaha semakin susah juga dapat pekerjaan dan selama saya ingin berbuat baik kepada orang lain semakin banyak pula yang benci ama saya dan cuma dianggap orang rendah,miskin,tidak punya apa-apa. Maka dari itu saya akhirnya bertekat untuk pergi mencari dukun yang bisa merubah nasib saya disuatu hari saya bertemu sama orang yang pernah dibantu ama AKI ROTAK dan dia memberikan nomer AKI ROTAK ,dia juga bilan kepada saya kalau AKI ROTAK bisa membantu orang yang lagi kesusahan,dan saya tidak berpikir panjang lebar lagi saya langsun menghubungi AKI ROTAK dengan senan hati AKI ROTAK ingin membantu saya dengan jalan togel,dan alhamdulillah saya sudah menang togel yang ke3 kalinya.setelah keberhasilan ini rencana saya ama keluarga ingin buka usaha demi untu kebutuhan keluarga yang tercinta sekali lagi makasih ya aki atas bantuanya jasa aki tidak akan perna saya lupakan.bagi teman-teman diluar sana yang ingin seperti saya silahkan hubungi AKI ROTAK di 082388316533 atau silahkan KLIK DISINI dan saya sangat bersyukur kepada allah swt karna melalui bantuan AKI ROTAK kini kehidupan saya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ingat kesempatan tidak akan datan untuk yg kedua kalinya.

    ReplyDelete