Ads (728x90)


PADANGPOS.COM. (Padang),  


Kabut asap di Kota Padang kendati terlihat tebal dan membuat jarak pandang terbatas, namun pihak Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) setempat belum masuk level berbahaya. Sehingga pemerintah setempat belum mengambil kebijakan meliburkan sekolah.

"Pemerintah mengambil kebijakan berdasarkan data yang akurat dan update. Akan merugikan banyak pihak jika pemerintah mengambil kebijakan tanpa ada aturan dan data yang mendasar," kata Walikota Padang H. Mahyeldi Dt. Marajo saat dikonfirmasi wartawan usai membuka Pekan Muaharram 1437 Hijriyah di pelataran parkir Balaikota Padang, Rabu (7/10).

Dikatakan, berdasarkan hasil pengukuran kadar debu (pm10) belum melebihi 350 ugram/nm3 yang bisa dinyatakan sebagai status sangat tidak sehat. Sedangkan lonjakan kasus ISPA (Inspeksi Saluran Pernafasan Akut) juga belum terbilang signifikan atau luar biasa.

Selama ini hasil pengukuran asap kabut di Kota Padang yang paling tinggi adalah 229 ugram/nm3, belum pernah mencapai batas untuk dapat mengambil kebijakan meliburkan aktifitas sekolah. Begitu juga dari hasil pemantauan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang yang dilakukan setiap hari di semua fasilitas kesehatan, tdk ada lonjakan kasus ISPA.

"Makanya kita belum mengambil kebijakan meliburkan sekolah, Kita tidak bisa mengambil keputusan meliburkan sekolah karena daerah lain sudah mengambil kebijakan tersebut. Sebab masing-masing wilayah paparan kabut asap dan indikasinya berbeda," kata Mahyeldi.

Walikota juga mengakui, dirinya sudah mendatangi beberapa sekolah untuk memantau dampak kabut asap sekaligus untuk mengetahui data siswa yang terserang ISPA. "Sejauh ini belum ada kejadian yang signifikan terkait kasus ISPA," sebutnya.

Adapun keterangan dari Bapedalda secara terpisah, jarak pandang yang terbatas atau kondisi cuaca tidak cerah, tidak berkorelasi langsung dengan kadar asap kabut. Jarak pandang juga sangat ditentukan oleh proses kondensasi uap air, kelembaban udara, arah angin,dan berbagai faktor lainnya.

Sementara itu, bertepatan dengan pembukaan Pekan Muharram 1437 H yang dihadiri juga oleh Wakil Walikota Emzalmi, secara simbolis dilakukan pemasangan masker kepada perwakilan Kepala Sekolah agar sosialisasi memakai masker disampaikan ke seluruh anak sekolah. (tf/du).

Post a Comment

  1. Sebelumnya perkenalkan nama saya Rahmad Bastian di jawa tengah ingin menceritakan kepada semua teman-teman bahwa saya yg dulunya orang yg paling susah kampungku,buat makan aja harus ngutan dulu ama tetangga itupun kalau ada yg mau ngasi,semakin saya berusaha semakin susah juga dapat pekerjaan dan selama saya ingin berbuat baik kepada orang lain semakin banyak pula yang benci ama saya dan cuma dianggap orang rendah,miskin,tidak punya apa-apa. Maka dari itu saya akhirnya bertekat untuk pergi mencari dukun yang bisa merubah nasib saya disuatu hari saya bertemu sama orang yang pernah dibantu ama AKI ROTAK dan dia memberikan nomer AKI ROTAK ,dia juga bilan kepada saya kalau AKI ROTAK bisa membantu orang yang lagi kesusahan,dan saya tidak berpikir panjang lebar lagi saya langsun menghubungi AKI ROTAK dengan senan hati AKI ROTAK ingin membantu saya dengan jalan togel,dan alhamdulillah saya sudah menang togel yang ke3 kalinya.setelah keberhasilan ini rencana saya ama keluarga ingin buka usaha demi untu kebutuhan keluarga yang tercinta sekali lagi makasih ya aki atas bantuanya jasa aki tidak akan perna saya lupakan.bagi teman-teman diluar sana yang ingin seperti saya silahkan hubungi AKI ROTAK di 082388316533 atau silahkan KLIK DISINI dan saya sangat bersyukur kepada allah swt karna melalui bantuan AKI ROTAK kini kehidupan saya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ingat kesempatan tidak akan datan untuk yg kedua kalinya.

    ReplyDelete