Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang),  

Sudah berbusa mulut Pemerintah Kota Padang menertibkan, akan tetapi para pedagang kaki lima (PKL) masih tetap saja membandel. Tindakan represif pun kemudian dilakukan. Para PKL dihalau dari lokasi objek wisata. 

Diakui pada saat musim liburan kali ini tingkat kunjungan wisatawan ke Padang meningkat dibanding hari sebelumnya. Hal ini dimanfaatkan PKL untuk menggelar dagangannya. Sayangnya, mereka tidak mengindahkan ketertiban, keindahan dan imbauan yang diakukan Pemko.

Sabtu dan Minggu (26-27/12) kemarin Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Satuan Polisi Pamong Praja menghalau PKL yang membandel di sepanjang Pantai Padang. PKL bandel tersebut bukanlah PKL yang mangkal di LPC. Akan tetapi pedagang berbecak motor yang datang dari luar.

Pedagang berbecak motor ini datang ke Pantai Padang karena melihat ramainya pengunjung. Mereka mangkal di pinggir pantai persisnya di dekat tagline Padang-IORA. Hal ini memicu protes dari para pedagang yang telah lama berdagang di kios-kios LPC. Sebab, akibat ulah pedagang berbecak motor itu pemasukan mereka jadi berkurang.

"Para pedagang LPC komplain karena masuknya pedagang dari luar ke Pantai Padang. Mereka meminta pedagang bermotor ditertibkan, jika tidak para pedagang LPC akan kembali berdagang di pantai," ujar Kepala Dinas Budpar Kota Padang Medi Iswandi saat dikonfirmasi, kemarin.

Melihat kondisi itu, Dinas Budpar dan Satpol PP bergerak menertibkan pedagang berbecak motor tersebut. Sempat terjadi kucing-kucingan antara pedagang dengan aparat Pol PP. Saat ditertibkan dan dihalau, pedagang ini pergi dari lokasi. Akan tetapi beberapa waktu kemudian pedagang ini kembali ke tempat semula.

"Kita kemudian kembali menghalau mereka untuk tidak berdagang di sepanjang pantai. Berkat kerjasama seluruh pihak akhirnya pedagang berbecak motor ini lenyap dari sepanjang pantai," kata Medi.

Terkait pedagang di Muaro Lasak, Medi menyebut para pedagang di sini cukup kooperatif. Imbauan Pemko supaya berdagang sesuai waktu yang ditentukan dapat dilaksanakan dengan baik.

"Kalau pedagang di Muaro Lasak lebih tertib," tambah Medi.

Namun Medi mengakui jika saat ini belum punya tempat alih bagi pedagang berjualan. Sehingga kini pedagang mesti berdagang sesuai waktu yang ditetapkan. Pada hari Senin hingga Jumat, pedagang berjualan mulai pukul 16.00 Wib hingga malam.

"Kalau hari libur mereka boleh berdagang lebih cepat dari waktu yang ditentukan," tukasnya.
Pada saat libur sekolah, natal dan tahun baru ini Dinas Budpar sempat mengeluarkan imbauan kepada wisatawan yang melancong ke tempat-tempat wisata di Kota Padang. Pelancong diimbau untuk selalu awas terhadap keluarga dan anak-anak supaya jangan sampai terlepas dan menyebabkan kondisi bahaya bagi anak dan keluarga.

Pengunjung dimohon agar tidak membuang sampah dan parkir sembarangan. Jika tertangkap tangan buang sampah sembarangan dikenakan sanksi 3 bulan kurungan atau denda Rp. 5 juta.

Kemudian pengunjung dimohon dengan sangat tidak berbelanja pada pedagang kaki lima yg berkeliaran dengan liar di pasir Pantai Cimpago. Dengan tidak membeli dagangan mereka berarti telah membantu Pemerintah Kota Padang menertibkan pedagang tersebut.

Pelancong diharapkan juga membantu Pemerintah Kota Padang dengan meminta bukti retribusi ketika memasuki objek wisata yang memang berbayar, seperti di Pantai Air Manis dan Pasie Jambak. Jika petugas tidak mau memberikan karcis supaya mengurungkan niat memasuki objek wisata tersebut. Karena dengan begitu telah mendidik petugas tersebut bahwa mereka melakukan kesalahan.

Jika memasuki rumah makan, restoran ataupun industri kuliner lain, untuk kenyamanan, terlebih dahulu periksa apakah terdapat daftar harga makanan. Jika tidak urungkan niat untuk berbelanja di tempat tersebut agar nanti tidak terjadi kesalahpahaman saat membayar makanan.

Pengunjung diharapkan untuk jangan tolerir tindakan pemalakan. Jika hal tersebut dialami, mohon segera melapor ke polisi terdekat. Pihak Pemko Padang akan sangat menghargai sekali jika pelancong berkesempatan dengan aman memotret wajah dan aksi pemalak tersebut.(tf/ch).

Post a Comment