Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang),
Tidak terasa sudah di penghujung tahun 2015. Selama 2015, cukup banyak upaya Pemerintah Kota Padang dalam membenahi kota. Tidak hanya pembenahan infrastruktur, SDM dan sebagainya, akan tetapi juga melaksanakan dan merealisasikan sepuluh program yang menjadi unggulan Pemko Padang.
Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo mengatakan tahun 2015 merupakan tahun dimulainya peningkatan pelaksanaan program unggulan (Progul). Dalam pelaksanaannya, masyarakat Kota Padang cukup mendukung progul tersebut dan terjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah.
“Pada tahun 2015 kita memulai peningkatan pelaksanaan 10 program unggulan kita. Masyarakat siap bekerja sama dengan Pemko,” ujar Walikota, kemarin.
Seperti diketahui, sepuluh program unggulan yang diusung Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo dan Wawako Emzalmi pada 2014-2019 yakni melaksanakan pengaspalan dan betonisasi jalan lingkungan, perbaikan trotoar serta pengendalian banjir dan genangan air. Program ini telah dimulai. Bahkan Walikota mengatakan realisasi pengerjaan betonisasi jalan lingkungan pada tahun 2015 telah mendekati angka 54 persen. Dipastikan pada 2017 mendatang akan tuntas.
Program unggulan lain yakni menyelenggarakan pendidikan, pesantren ramadhan, kegiatan keagamaan, dan seni budaya, olahraga yang lebih berkualitas, gratis pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK Negeri serta pemberian beasiswa bagi semua pelajar/mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin.
Progul ini juga telah berjalan baik pada 2015. Kegiatan keagamaan telah menyentuh masyarakat dan keagamaan itu tidak hanya dilakukan pada saat bulan Ramadhan saja. Hal ini dibuktikan dimana akhirnya Pemko Padang berhasil meraih penghargaan Apresiasi Peduli Islam (API) oleh Kementerian Agama RI.
Progul menyediakan terminal angkutan kota dan terminal bus dalam dua tahun serta penataan transportasi kota yang lebih baik juga telah dimulai. Rencana pembangunan terminal bus Type A di Anak Aia, Lubuk Buaya, bahkan telah dimulai pengerjaannya.
Begitu juga dengan rehab 1.000 unit rumah tidak layak huni pertahun dan pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas/RSUD serta ambulan gratis bagi warga miskin. Program ini cukup berjalan pada tahun 2015. Dimana pada saat dilaksanakan ‘Singgah Sahur”, Walikota melihat langsung kondisi rumah warga kurang mampu. Rumah warga tersebut kemudian direhab dengan bantuan dana dari Baznas.
Pembangunan Pasar Raya Padang dalam dua tahun dan revitalisasi pasar-pasar pembantu yang termasuk ke dalam progul juga dikebut pada tahun 2015. Di tahun 2015 digelontorkan dana pembangunan Pasar Raya Padang sebesar Rp 27 miliar. Bahkan DPRD Padang menyebut pembangunan Pasar Inpres II, III dan IV sudah berjalan dan sangat didukung penuh.
Terkait peningkatan dana operasional kecamatan, kelurahan, RW, RT serta guru TPQ/TQA/MDA menjadi 200 persen, pada tahun 2015 telah mulai berjalan. Termasuk santunan kematian bagi warga. Begitu halnya dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, mencetak 10.000 wirausahawan baru dan pengembangan ekonomi kreatif, UMKM serta pemberdayaan masyarakat petani dan nelayan.
Serta revitalisasi objek wisata Kota Padang menjadi wisata keluarga dan konvensi yang layak dan ramah. Pemko Padang pada tahun 2015 sudah menata Danau Cimpago dengan membangun Lapau Panjang Cimpago (LPC) sebagai tempat berdagang. Termasuk menjadikan kawasan wisata seperti Pantai Padang, Gunung Padang beserta Kota Tua dan Pantai Air Manis menjadi Kawasan Wisata Terpadu (KWT).
Untuk progul terakhir yakni menyediakan anggaran untuk tunjangan daerah bagi PNS, kini Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kelurahan dan kecamatan telah menikmati tunjangan yang cukup besar. Dimana dengan besaran tunjangan itu, Walikota sangat mengharapkan kinerja lebih dari aparatir di kecamatan dan kelurahan.
Diakui Walikota, berjalannya sepuluh progul tersebut pada 2015 sangat direspon masyarakat. Hal ini cukup mengesankan Walikota dan menilai masyarakat Kota Padang sangat cinta pembangunan.
“Pada hakikatnya masyarakat kita baik-baik, cinta dengan kebaikan dan suka dengan perbaikan. Sehingga respon masyarakat (terhadap pembangunan) luar biasa, karena adanya kepastian tentang hak mereka,” kata Mahyeldi.
Namun begitu, capaian pada tahun 2015 belum memuaskan Walikota dan Wawako sebagai pemegang tampuk pimpinan di Kota Padang. Menurut Walikota, capaian yang dilakukan baru sebahagian kecil dan mesti banyak yang harus dilakukan ke depannya.
Walikota mengamati, pada tahun 2015 ini sinergi antar SKPD masih belum begitu padu. Termasuk kesadaran masing-masing SKPD sebagai pelayan masyarakat. Untuk itu Walikota berharap pada tahun depan akan terjadi peningkatan sinergi antar SKPD dan realisasi komitmen dengan masyarakat lebih baik lagi dari sebelumnya.
Ditanya rencana di tahun 2016, Walikota menjawab akan berupaya maksimal menunaikan komitmen dengan masyarakat. Termasuk komunikasi dengan masyarakat akan lebih intens lagi.
“Gerak langkah pembangunan harus lebih cepat dan gesit, karena harapan masyarakat yang begitu tinggi,” ujar Mahyeldi.(tf/ch).

Post a Comment