Ads (728x90)

PADANGPOS.COM,  (Jakarta),   
Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen TNI Andika Perkasa mengatakan pihaknya telah mengusulkan kepada aparat penegak hukum untuk memberikan sanksi tambahan kepada Prajurit Satu (Pratu) FAP, oknum Paspampres pembawa narkoba.
"Paspampres akan mengusulkan kepada aparat hukum yang memproses kasus-nya (Polisi Militer Kodam 1, Oditur Militer & Pengadilan Militer) untuk memberikan Hukuman tambahan berupa pemberhentian Dinas Keprajuritan dengan tidak hormat," ujar Andika melalui pesan tertulisnya, Senin (11/1/2016).
Andika mengatakan pihaknya juga akan terus mendorong supaya penegak hukum segera memproses Pratu FAP sesegera mungkin.
"Sampai dengan saat ini yang bersangkutan masih diperiksa oleh Detasemen Polisi Militer I/1 Pematang Siantar, Sumatera Utara (bagian dari Polisi Militer Kodam 1 Bukit Barisan)," kata Andika.
Diketahui, Pratu FAP diamankan petugas avsec Bandara Kuala Namu Internasional Airport (KNIA), Sumatera Utara (Sumut) Senin (11/1/2016) sektar pukul 04.38 WIB.
FAP diketahui bertugas di Ton Lalint Kesatuan Yon Wal Pront NegPaspampres protokol Negara. Dia diamankan karena kedapatan tangan membawa satu plastik transparan berisikan setengah butir pil ekstasi dan narkotika jenis sabu seberat 0,35 gram.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun Medan (Tribunnews.com Network), semula FAP hendak berangkat ke Jakarta dengan pesawat Garuda GA 181. Saat melintasi pintu x-ray, petugas Avsec bandara melihat benda mencurigakan terselip di topi milik FAP.
Saat topi tersebut diperiksa, diketahui bahwa di balik topi milik FAP tersimpan setengah butir pil ekstasi dan sabu-sabu. Mengetahui hal tersebut, petugas bandara langsung mengamankan FAP. dikutip dari tribun.

Post a Comment