Ads (728x90)

PADANGPOS.COM,  (Jakarta),    
AKBP Untung Sangajimengatakan hanya karena kegilaan lah dia bersama rekannya Ipda Tamat langsung maju menembaki para teroris yang menyerang pos polisi di dekat Sarinah, Jakarta, Kamis 14 Januari 2016.
Pasalnya, baik Untung dan Tamat sama sekali tidak memakai pelindung apapun kecuali senjata api yang mereka pegang.
"Hanya karena kita gila, kita hantam saja. Nggak ada urusan," kata Untung saat menyempatkan hadir di diskusi bertajuk 'Di Balik Teror Jakarta, Sabtu (16/1/2016).
Untung pun mengakui aksi gagah beraninya itu mendapatkan kritikan dari istri dan anak-anaknya.
Menurut Untung, dia langsung dimaki-maki anak istrinya karena bisa saja mati karena tidak membawa perlengkapan diri.
Akan tetapi Untung mengatakan dirinya kini adalah milik masyarakat.
"Anak istri saya maki-maki saya kalau mati gimana. Saya untung, 'mam saya milik masyarakat'," kata Untung.
Untung mengatkan kenekatan dirinya untuk mencegah korban jatuh yang lebih banyak.
Terbukti, kata dia, ada bom yang yang kekuatannya  lebih besar dibandingkan bom pertama meledak belum sempat meledak.
Untung mengaku tidak bisa membayangkan apabila bom itu jadi meledak sementara masyarakat justru berkumpul di TKP.
"Kita tembak lagi. Masih ada bom yang lebih besar. Kasihan kan yang menonton. Kenapa di Indonesia ada bom kok malah nggak kabur. Kayak orang gila," tukas Untung. dikutip dari tribun

Post a Comment

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete