Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang),  


Komisi III DPRD Padang melakukan sidak ke proyek pembangunan blok II pasar raya inpres. Tujuan kita melakukan peninjauan ke proyek blok II pasar inpres ini untuk mengevaluasi dan memonitoring proyek-proyek penting di kota Padang, ‘’kata koordinator komisi III DPRD Padang Asrizal Kamis (21/1).

Kunjungan ke lokasi proyek pembangunan blok II pasar raya ini langsung dipimpin Ketua Komisi III DPRD Padang, Helmi Moesim didampingi koordinator, Asrizal. Selain itu juga turut anggota komisi III, seperti Gustin Pramona, Emnu Azamri, Yendril, Amrizal Hadi, Arpendi Dt Tan Bagindo dan Djunaidy Hendry.  

Dalam kunjungan tersebut, Helmi Moesim mempertanyakan kepada Kepala Dinas Pasar, Endrizal dan juga kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindagtamben), Hendrizal tentang bobot terakhir pengerjaan bangunan yang menelan biaya sebesar Rp 21,9 milyar.

Helmi Moesim menilai, pihak kontraktor gagal menuntaskan pembangunan 100 persen hingga akhir Desember 2015. Alhasil dilakukan perpanjangan waktu padahal per 31 Desember kontrak habis.

‘’Siap tidak siap, pihak kontraktor harus menyelesaikan dokumen sesuai regulasi yang ada, ‘’tegas anggota fraksi Golkar ini. Dia juga menegaskan agar kontraktor untuk secepatnya menuntaskan pembangunan blok II pasar raya karena ini menyangkut hajat hidup pedagang di inpres II ini. 

Selain kata Helmi Moesim lagi, akses jalan menuju blok II perlu diperbaiki. Dinas pasar diminta mendata pedagang yang akan terimbas jika jalan tersebut disterilkan.’’ Akses ini penting mengingat akan banyaknya kendaraan keluar masuk dan demi kemudahan bagi pedagang membongkar muat barang dagangannya, ‘’ungkapnya.

Sementara anggota dewan lainnya Yendril mempertanyakan persiapan lainnya, seperti instalasi listrik dan persediaan airnya. Mesti sekalipun disebut telah dapat ditempati,Yendril mengingatkan agar pihak kontraktor menuntaskan pembangunanya hingga finishing. 

Kepala Disperindagtamben, Hendrizal Azhar, berujar pihaknya bersama konsultan pengawas dan tim teknis telah memantau perkerjaan kontraktor telah berjalan 91 persen berarti pembangunannya minus 9 persen. 

Pihak kontraktor akhirnya mengusulkan perpanjangan waktu dan disetujui. Hendrizal Azhar mengklaim, sisa 9 persen hanya menunggu finishing saja.Sementara bobot pembangunan telah mencapai 95 persen. Selain atap, pemasangan keramik untuk betonisasi ruang sisi kanan dan kiri sekitar 67 meter. Bila sudah terpasang bobotnya menjadi 98 persen, ‘’ungkap Hendrizal Azhar.

Rafles, Kontraktor PT. Idee Murni Pratama begitu optimis bahwa finishing dapat dilakukan dalam dua hari ke depan. Dia menargetkan 25 Januari ini pihaknya telah dapat mengajukan PHO. Dengan bobot kerja yang sekarang, diklaim juga pedagang sudah dapat menempati. "Saya optimis pembangunan ini tuntas sesuai target," katanya.

Mesti permanjangan kontraknya telah di tambah dan ada kesepakatan jika terlambat pihak kontraktor dikenai denda Rp 20 juta per hari terhitung sejak awal Januari. ‘’Kita berharap target pembangunan blok II ini betul-betul tercapai," pinta Asrizal koordinator Komisi III yang juga Wakil Ketua DPRD Padang. (tf/ys).

Post a Comment