Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang),  

Pemilihan pergantian pimpinan Badan Pembuatan Peraturan Daerah (BP2D) DPRD Kota Padang kisruh. Meski pemilihan ketua baru sudah dilakukan, namun wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putra malah mendatangkan Dewan Pakar Dr Yuslim dan Otong Rosadi, guna mematikan kepastian hukum pengangkatan tersebut.

Menurutnya Wahyu Iramana Putra mendatangkan pakar hukum tersebut merupakan hasil rapat pimpinan. Hal ini dikarenakan karena Erisman Ketua DPRD tidak pernah membicarakan persoalan ini dengan pimpinan fraksi semenjak surat penukaran dari fraksi Golkar.
“Untuk itu kita minta penjelasan kepada pakar hukum terkait permasalahan ini dan hingga saat ini belum ada hasil, karena mereka (Mailinda Rose dan Faisal Nasir) melakukan Walk Out sewaktu penyampaian pandangan oleh pakar hukum tersebut,”ungkap Wahyu.
Ketua fraksi NasDem Mailinda Rose beujar dalam pemilihan ketua BP2D ini ada pihak-pihak yang ingin mempelintir prosedur yang sudah final. Menurut Melinda Rose pemilihan Ketua BP2D sudah sesuai dengan Tatib DPRD Padang pasal 118 dan juga disaksikan unsur pimpinan.Kami heran kok Wakil 
Ketua Wahyun Iramana Putra mendatangkan pakar hukum untuk memastikan hal ini.Artinya, unsur pimpinan ini tidak mengacuhkan surat Ketua DPRD Padang yang meminta melakukan pemilihan ketua BP2D, ‘’katanya.. Kita berharap, janganlah ada kepentingan pribadi dalam persoalan ini. “Semua sudah melalui langkah yang sesuai dengan aturan yang ada dalam PP 16 tahun 2010 yang menjadi landasan penyusunan tatib,”tegasnya.
Sementara itu Ketua BP2D terpilih Faisal Nasir mengatakan bahwa sebenarnya dirinya tidak menginginkan jabatan tersebut. Namun rekan-rekan tetap memilih dirinya, bahkan Wahyu Irama Putra pun ikut serta dalam pemilihan Baleg tersebut.
Saya heran setelah ketua Baleg terpilih malah kok mendatangkan pakar hukum. Padahal kita telah menjalankan pemilihan sesuai dengan tatib,”terang Faisal
Seperti di ketahui pemilihan berawal dari surat Ketua DPRD Kota Padang Erisman kepada BP2D agar melakukan pemilihan pimpinan alat kelengkapan yang dulunya bernama Baleg. Saat itu Dinul Akbar menjabat Ketua dan Jumadi sebagai wakil dari Fraksi Golkar Bulan Bintang.
Surat bernomor 175/697/DPRD-Pdg/XI/2015 untuk pemilihan ketua BP2D itupun direspon dengan melakukan pemilihan.dalam pemilihan yang jurdil tersebut terpilihlah Faisal Nasir dari fraksi PAN dengan 5 suara sebagai ketua. Sedang kan calon ketua lainnya Hadison dengan 3 suara dan Jumadi 2 suara. 
Makanya dengan itu Pemilihan ketua BP2D yang dihadiri oleh unsur pimpinan DPRD maka Faisal Nasir dan Hadison terpilih menjadi Ketua dan Wakil ketua BP2D ( Baleg) di DPRD kota Padang. (ys).

Post a Comment