Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang), 

Sejumlah bangunan rumah makan yang menempati batu grip Pantai Padang sudah dibuka sendiri oleh pemiliknya. Pembongkaran tersebut dilakukan, menyusul surat peringatan yang dilayangkan Pemko Padang untuk batas pengosongan lokasi tersebut pada 18 Januari 2016 ini.

Pantauan di lapangan, proses membuka bangunan sudah dimulai dari Selasa (14/1) kemarin. Rumah makan Ombak Puruih milik Hendra merupakan yang pertama dibuka, disusul rumah makan Uncu dan Uniang Rindu.

Menurut Camat Padang Barat Arfian, pemilik rumah makan datang melaporkan sendiri keinginnya untuk membongkar kedai atau rumah makan kepada Lurah dan Camat. "Mereka mematuhi perjanjian yang pernah disepakati pedagang dengan Pemko dan ingin membuka sendiri kedainya sebelum tenggat waktu yang diberikan," kata Arfian di kantornya, Kamis (14/1).

Proses pembongkaran dibantu aparat kecamatan, Satpol PP serta anggota dari Kepolisian dan Koramil. "Kita membantu pedagang membuka bangunan. Kita sediakan truk dan becak motor untuk memindahkan barang-barang sehingga barang dan material bangunan berupa kayu bisa digunakan kembali," ujar Arfian.

Pemilik rumah makan yang sempat ditemui juga mengaku tidak akan bertahan jika Pemerintah Kota Padang segera mengosongkan lokasi yang selama ini mereka tempati. Saat ini mereka sudah mempersiapkan lokasi baru yang akan ditempati. Kalaupun belum mendapatkan tempat baru, mereka tetap mematuhi perintah pembongkaran tersebut.

"Prinsipnya kami setuju dengan upaya Pemko untuk penataan Pantai yang lebih baik. Kami yakin, pemerintah tidak akan membuat kami menderita, tetapi pasti bertujuan baik agar Pantai Padang menjadi obyek wisata unggulan yang ramai dikunjungi," kata Alamsyah, pemilik Rumah Makan Palanta Minang sekaligus ketua kelompok pemilik rumah makan yang terkenal dengan sajian khas ikan bakar tersebut.

Sungguhpun demikian, Alamsyah berharap Pemko bisa memberikan solusi bagi rekan-rekannya yang belum mendapatkan tempat baru. "Harapan kami, barangkali pemko ada solusi bagi rekan-rekan yang belum dapat tempat," tambahnya.

Sebelumnya pemilik rumah makan Ombak Puruih, Hendra merupakan pemilik pertama yang membuka lapaknya dengan kesadaran sendiri. Ia menuturkan, pihaknya tidak akan menuntut apapun dari Pemko Padang, karena ini sesuai dengan perjanjian sewaktu mulai menempati batu grip pada 2010 lalu. "Jadi selama enam tahun menempati lokasi ini kami sudah cukup berterima kasih. Adapun sekarang akan dikosongkan lagi, kami tidak akan menghalangi apalagi menuntut ganti rugi walaupun sebiji paku," ujar Hendra.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap penataan Pantai Padang yang dilakukan Pemko. "Kami sangat mendukung penataan Pantai Padang. Jika ramai, kami juga mencari hidup di sini," sebutnya.(tf/du).

Post a Comment