Ads (728x90)

PADANGPOS.COM, (Jakarta),  
‎Karena semakin seringnya mendapatkan perlawanan dari bandar narkoba, Kompolnasmeminta Polri tidak perlu segan menembak para bandar tersebut.
Hal ini penting sebagai efek jera dan pelajaran bagi bandar lain agar menghentikan bisnis haramnya apabila tidak ingin berhadapan dengan kepolisian.
"‎Tembak saja pun tidak papa, kalau memang mereka (para bandar) membahayakan masyarakat sekitar dan anggota Polri, tidak perlu ragu, silahkan tindak tegas," ujar KomisionerKompolnas, Edi Hasibuan, Senin (25/1/2016).
Menurutnya meskipun harus tegas menindak, namun anggota Polri tidak boleh lupa mendahulukan tembakan peringatan. Apabila tidak dihiraukan, barulah melumpuhkan para bandar dengan timah panas.
"Jangan lupa, dahului dulu dengan tembakan peringatan baru dilumpuhkan," tambahnya.
‎Lebih lanjut Edi juga mengingatkan anggota Polri yang kerap lupa menggunakan rompi anti peluru dalam bertugas
Gelar kekuatan penuh, anggota menggunakan rompi anti peluru kembali diperlihatkan Polri setelah mendapatkan perlawanan dari para bandar narkoba di penggerebekan Berlan dan Koja.
Sebelum-sebelumnya, saat penggerebekan tidak harus di kampung narkoba, para anggota satuan narkoba baik tingkat Polsek ataupun Polres hingga Polda sering kali mengabaikan hal tersebut.
"Setiap penegakkan huk‎um, penggerebekan, anggota Polri harus dilengkapi senjata api dan rompi anti peluru. Dan kekuatan harus penuh, saya kira ini tidak berlebihan. Dari pada terjadi hal yang tidak diinginkan seperti polisi dikeroyok atau ditembak," tegas Edi.
Tidak hanya itu, selain melengkapi diri dengan senjata dan rompi anti peluru, anggota Polri juga diminta memperhatikan betul situasi dan kondisi di tempat penggerebekan.
Bukan hanya fokus pada target operasi mereka tapi juga warga sekitar dan para pengikut atau anak buah para bandar narkoba yang mungkin saja melakukan perlawanan. dikutip dari tribun.

Post a Comment