Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang),  
Kota Padang berada di pesisir barat pulau Sumatera. Tak ayal, puluhan pulau berada dalam wilayah territorial Kota Padang. Jika dihitung-hitung, sebanyak 19 pulau tersebar di perairan Kota Padang, kelak bisa di jadikan Objek Wisata Bahari.
Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo menyebut sembilan belas pulau di Kota Padang itu merupakan potensi wisata yang dimiliki Padang. Pengembangan pulau tersebut sebagai tempat wisata akan melibatkan masyarakat sekitar.
“Pengembangan wisata pulau itu dengan melibatkan masyarakat sekitar, seperti membentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis), sehingga nantinya masyarakat itu sendiri yang akan mendapatkan keuntungan di kegiatan wisata kita,” ujarnya saat menengok objek wisata pantai “Suwarnadwipa” di Kelurahan Teluk Kabung Selatan, Kecamatan Bungktekab, didampingi Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, Medi Iswandi serta Kabag Humas Protokol, Mursalim, Sabtu (23/1).
Walikota melihat, daerah Bungus Teluk Kabung begitu potensial dalam hal wisata laut. Salah satu daerah di Bungus Teluk Kabung, yakni Sungai Pisang, merupakan tempat strategis untuk mencapai pulau-pulau yang ada di perairan Kota Padang. Karena itu, jalur dari dan menuju Sungai Pisang perlu diperancak agar akses pelancong menjadi mudah, utamanya menuju kawasan wisata Mandeh di Pesisir Selatan.
Saanya di Kota Padang, 19 Pulau dapat di jadikan Objek Wisata Bahari, Terkait lokasi wisata “Suwarnadwipa” salah satunya berada di Sungai Pisang, Walikota Padang menyebut objek tersebut merupakan salah satu destinasi wisata terbilang baru di Padang. Pengelola objek wisata ini melibatkan masyarakat sekitar kawasan, seperti niniak mamak dan masyarakat lainnya.
Saat Walikota Padang berkunjung ke objek wisata pantai “Suwarnadwipa”, orang nomor satu di Padang ini terkagum-kagum. Walikota sempat berkeliling di sekitar objek wisata, termasuk mencicipi masakan khas laut.
Pemilik “Suwarnadwipa”, Hendri menyebut, Padang termasuk ‘surganya’ Sumatera Barat. Karena itu, saat mengelola objek wisata ini dirinya komit untuk tetap mempertahankan konsep alami dan kultur etnik setempat.
“Sehingga pengunjung yang datang ke sini pada umumnya adalah wisatawan lokal,” ujarnya.
Hendri, menekankan, sejak “Suwarnadwipa” berdiri, ekonomi masyarakat sekitar langsung menanjak. Sebab, jumlah perahu boat milik masyarakat yang langsir dari dan ke “Suwarnadwipa” terus meningkat. Dalam setahun, sekitar 120 unit boat masyarakat terus mengantarkan penumpang ke objek wisata ini.
Diakui Hendri, pada tahun 2015 lalu arus pengunjung ke “Suwarnadwipa” memang belum begitu ramai. Akan tetapi pada awal tahun 2016 ini terjadi peningkatan arus pengunjung. “Dalam sehari bisa 100 hingga 200 orang yang datang ke sini,” terang lelaki asal Riau ini.
Hendri menyebut, pengunjung yang datang ke tempatnya pada umumnya wisatawan lokal. Sedangkan wisatawan mancanegara datang di bulan tertentu mulai April hingga September. “Pengunjung utamanya datang dari Sumbar dan provinsi lain,” katanya.(tf/ch/yz/mn).

Post a Comment