Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang),   
Rencana Pemerintah Kota Padang untuk mengembangkan wisata “Elo Pukek” mendapat tanggapan positif dari tukang pukek yang ada di Pantai Padang. Mereka mendukung rencana tersebut dengan harapan pengunjung Pantai Padang dapat betah berlama-lama di objek wisata tersebut.
Seorang pemilik pukek asal Purus, Syafri (63) menyebut, rencana wisata “Elo Pukek” akan membuat pengunjung dapat merasakan bagaimana asyiknya ‘mamukek’. 
“Kami sangat mendukung rencana ini yang tentunya juga akan berimbas positif kepada kami,” kata Syafri dibenarkan lima tukang pukek lainnya saat ditemui di Pantai Padang, Selasa (19/1).

Dikatakan Syafri, dengan telah dibenahinya Pantai Padang seperti membersihkan batu grip dari pedagang, tentunya lokasi untuk pengembangan wisata “Elo Pukek” akan bertambah banyak. Biasanya, Syafri dan lainnya ‘maelo pukek’ di kawasan Muaro Lasak.
“Kalau iko lah barasiah, tantu di siko bisa lo diadokan,” tukuk Syafri.
Saat ini nelayan pukek di Purus berjumlah lebih kurang 30 orang. Syafri dan kawan-kawan lainnya memiliki tiga pukek. Kini, Syafri hanya menggunakan dua pukek setiap harinya. Sedangkan satu pukek berukuran besar masih disimpan.
Sebelum wisata “Elo Pukek” di Pantai Padang benar-benar dikembangkan, Syafri dan lainnya berharap Pemerintah Kota Padang untuk membersihkan dasar laut di Pantai Padang. Sebab, selama ini di dasar laut tersebut cukup banyak sampah dan batang kayu. Sehingga kerap membuat pukek nelayan tersangkut dan putus.
“Di bawah tu banyak batang, acok tasangkuik pukek di sinan,” tambah Syafri.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Padang, Nasir Ahmad menyebut, Pemko Padang memang telah berencana mengembangkan wisata “Elo Pukek”. Ini dimaksudkan agar pengunjung pantai terhibur.
“Selama ini pengunjung hanya bisa menyaksikan nelayan mamukek. Sekarang, kalau kita kembangkan wisata ini, pengunjung juga akan bisa mencoba dan merasakan bagaimana serunya ‘maelo pukek’ pada pagi hingga siang hari,” kata Sekda.
Sekda menyebut, untuk merasakan ‘maelo pukek’, nantinya pengunjung bisa menyewa pukek nelayan. Tentunya dengan sewa yang telah disepakati dengan pemilik pukek. “Nanti hasilnya tergantung antara penyewa dan pemilik pukek. Bisa saja ikan tersebut dibagi dua, atau sepenuhnya milik pengunjung yang menyewa pukek. Sebelum itu, dasar laut akan dibersihkan,” pungkas Sekda.(tf/ch).

Post a Comment

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete