Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang),   

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan di Kota Padang. Lima kecamatan merupakan kantong tertinggi kasus penyakit tersebut. Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek menyampaikan kiat mengatasi DBD di Kota Padang.
 
Kiat itu disampaikan Menkes RI saat melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Lubuk Buaya, Senin (22/2). Nila menyebut mengatasi terjadinya DBD salahsatunya yakni menjaga kebersihan di tempat tinggal. “Kenapa nyamuk bertambah banyak, karena kebersihan di masyarakat kurang dan tidak memperhatikan tempat tergenangnya air. Sehingga jentik banyak dan nyamuk juga ikut banyak,” kata Menkes. 

Selain karena kurangnya kebersihan, DBD menjadi-jadi dimungkinkan karena tingkat keganasan nyamuk yang berubah. Karena itu, Nila berpesan supaya masyarakat ikut terlibat dalam menjaga kebersihan. “Lebih baik kita matikan jentik dan masyarakat harus ikut terlibat,” ujarnya. 

Nila mengatakan hingga saat ini obat medis DBD memang belum ditemukan. Namun begitu, di Perancis telah ditemukan vaksin untuk mengatasi tersebut. “Tetapi vaksin ini masih rancu, apakah efektif atau tidak, itu yang masih dikaji saat ini,” katanya. 
 
Di sisi lain, Nila mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus mengaktifkan gotongroyong. Seperti membersihkan saluran di depan rumah. “Ikon kita sejak dulu gotong royong, ini yang harus kita kembalikan, karena pasti dengan gotong royong kita akan sehat,” tukuknya. 

Dalam kunjungan Menteri Kesehatan RI ke Kota Padang, Nila menyambangi sejumlah lokasi. Seperti SDN 03 Alai, Kompleks PerumahanPermata Biru di Koto Tangah dan diakhiri dengan mengunjungi Puskesmas Lubuk Buaya. Terlihat hadir Wakil Walikota Padang, Emzalmi serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Eka Lusthi. 

Wakil Walikota Padang, Emzalmi mengatakan dari tahun 2012 hingga 2014 lalu sempat terjadi penurunan trend kasus DBD di Kota Padang. Akan tetapi dari tahun 2015 hingga Februari 2016 ini ada peningkatan kasus yang cukup signifikan. “Upaya penanggulangan dan pencegahan telah dilaksanakan dengan melibatkan semua pihak dan memberdayakan masyarakat untuk peduli lingkungan,” katanya.

Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi DBD yakni penyuluhan DBD dan pemberantasan sarang nyamuk serentak selama sebulan ke masyarakat dan sekolah-sekolah pada Januari lalu. Kemudian memantau jentik berkala dan abatisasi ke sekolah, tempat umum dan kelurahan. “Penyebaran leaflet, fogging massal pada tiga kelurahan yang termasuk kasus tertinggi telah dan masih dilaksanakan dengan harapan kasus ini dapat diminimalisir,” sambung Kadiskes Kota Padang, Eka Lusthi. 

Sebelum berkunjung ke Puskesmas tersebut, Menkes dan rombongan berkunjung ke SD 03 Alai. Di sini, Menkes melihat gerakan cuci tangan sampai bersih dan gosok gigi oleh siswa SD. Rombongan juga menyambangi kantin sehat sekolah tersebut. Setelah itu Menkes juga berkunjung ke Kompleks Permata Biru untuk kemudian menuju Puskesmas Lubuk Buaya. 

Seperti diketahui, saat ini pelayanan kesehatan Puskesmas di Kota Padang sudah mengalami peningkatan dengan didapatkannya sertifikat ISO 9001:2008 untuk Dinas Kesehatan dan tiga Puskesmas di Padang. Dengan diterimanya sertifikat tersebut, Dinas Kesehatan dan Puskesmas menjadi tertantang untuk mempertahankan dan membuktikan kinerja melalui peningkatan derajat kesehatan masyarakat.(tf/ch/du/yz/mn)

Post a Comment