Ads (728x90)


PADANGPOS.COM. (Padang), 
 
Kepala Ombudsman Wilayah Sumatera Barat, Yunafri, menekankan agar telepon seluler (ponsel) pejabat tetap aktif selama 24 jam. Ini ditekankannya karena semakin tingginya tuntutan masyarakat untuk dilayani.

"Untuk optimalisasi pelayanan kepada publik, handphone pejabat harus tetap hidup 24 jam. Sehingga ketika ada aduan dari warga, pejabat siap melayani," ungkapnya saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kuranji, Jumat (25/2).

Ditambahkannya, dengan terus aktifnya telepon seluler pejabat, hal itu menjadi poin penting dalam terlaksananya pelayanan kepada publik. Apalagi saat ini jika masyarakat kurang terlayani akan berimbas kepada kinerja pemerintah.

"Tentunya warga akan adukan Pemerintah kepada Ombudsman," sebut Yunafri di depan Camat Kuranji, Rachmadenny Dewi Putri, Sekcam Kuranji, Yoga, serta sejumlah lurah di ruang kerja camat di Bypass.

Sementara itu, Yunafri juga sempat mengapresiasi inovasi pelayanan publik di Kecamatan Kuranji. Menurutnya, Kuranji yang memiliki jumlah penduduk cukup besar dibanding kecamatan lain telah memiliki Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). Sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat cepat dilayani dan teratasi.

"Kuranji yang pertama kali melayani warga dengan PATEN, juga sudah type A di segi pelayanan. Tentunya Kuranji lebih baik dalam pelayanan kepada warganya," ungkap Yunafri.

Dalam menjaga kualitas pelayanan kepada publik, Yunafri memotivasi seluruh yang hadir di ruang kerja camat, siang itu. Menurutnya, agar kualitas tetap terjaga, setiap perangkat kerja di kecamatan tersebut mesti menyatukan hati.

"Kita seperti satu tim, jika perahu bocor, semuanya hancur. Jadi, satukan hati kita," katanya.

Yunafri mengajak seluruh pelayan publik agar terus ramah, sopan dan tidak diskriminasi dalam melayani. "Jadikan Kuranji sebagai tim yang solid sehingga nanti keluar jadi pemenang di kecamatan," ujarnya.

Camat Kuranji, Rachmadenny Dewi Putri mengucapkan terimakasih atas kedatangan Kepala Ombudsman Wilayah Sumbar ke Kecamatan Kuranji. Menurutnya, kedatangan tersebut menjadi sebuah kehormatan, karena Kuranji adalah kecamatan satu-satunya yang dikunjungi.

SPP Mesti Dipajang.

Pada hari sebelumnya, Kamis (24/2), Yunafri juga berkunjung ke Balaikota Padang. Di sini, Yunafri disambut Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo, Asisten III Corri Saidan dan seluruh kepala SKPD yang hadir.

Dalam pertemuan di ruang sidang Bagindo Aziz Chan itu, Walikota menekankan supaya di masing-masing SKPD memajang alur Standar Pelayanan Publik (SPP). SPP ini sudah harus terpasang di setiap SKPD pada Senin (28/2) ini.

"Nanti akan disidak, bagi yang tidak memajangnya, kepala SKPD harus siap untuk diganti," tegas Mahyeldi.
Sementara, Yunafri menyebut, pelayanan publik merupakan tolok ukur keberhasilan kepala daerah. Karena itu setiap SKPD memang harus memajang SPP, SOP, visi dan misi, motto, dan lainnya. Sehingga masyarakat tahu bagaimana variabel pelayanan di SKPD tersebut.(tf/ch).

Post a Comment