Ads (728x90)

BIJAK ONLINE (Padang)-Sebagai Ketua Dewan Kehormatan Serikta Tani Islam Indonesia (STII) Sumatera Barat, Prof DR H Irwan Prayitno Psi Msi mengharapkan pengurus harus bekerja keras untuk membebaskan petani dari para tengkulak, serta meningkatkan kesejahteran petani..  

"Sampai sekarang petani kita masih di ijon," kata Prof Irwan Prayitno ketika memberikan pemikiran atau padangan kepada Pengurus Wilayah STII Sumbar, pada acara perkenalan sesama pengurus di ruangan kerja Kakanwil Kemenang Sumbar, Salman K Memet, Sabtu, 6 Februari 2016.

Menurut Prof Irwan Prayitno, sudah bukan menjadi rahasia umum lagi, jika sampai saat ini para tengkulak masih  saja leluasa membeli hasil panen petani dengan rendah, karena sebelumnya petani sudah menerima uang pinjaman kepada tengkulak tersebut.  "Walaupun harga akan bergerak sesuai tarik ulur permintaan dan penawaran barang, selisih keuntungan akan lebih banyak dinikmati tengkulak," kata gubernur terpilih ini.

Secara bisnis, kata Prof Irwan Prayitno,  petani akan dirugikan karena terbebani hutang dengan bunga pinjaman tinggi, serta dirugikan untuk mendapat kesempatan memperoleh harga yang layak bagi hasil panennya. "Sebenarnya, pemerintah sudah berupaya untuk membebaskan petani dari jeratan ijon, dengan dibentuknya setiap desa Badan Kredit Desa, namun jerat dan jaring sistem ijon ternyata sulit diberantas," kata politisi PKS ini.

Kini, dengan keberadaan STII Sumbar, diharapkan bisa  mengurangi penderitaan petani dari sistem ijon, serta memotivasi petani untuk bangkit. "STII Sumbar, harus membimbing petani hidup berhemat, menabung, memanfatkan fasilitas kredit yang diberikan pemerintah atau lembaga keuangan mikro lain," kata Prof Irwan Praytino. (PRB)

Post a Comment