Ads (728x90)

PADANGPOS.COM.(Padang),  

Sebagai Ketua 1 Serikat Tani Islam Indonesia (STII) Sumatera Barat, Syaiful SH Mhum menyebutkan, kalau kini STII Sumbar sedang merancang program budidaya jagung sebagai percontohonan bagi petani.

"Persoalan budidaya jagung, telah menjadi bahan pembicaraan sesama pengurus, karena budidaya jagung berumur tiga bulan sepuluh hari, dan  pangsa pasarnya di Sumbar cukup menggiurkan," kata Syaiful SH Mhum ketika berbincang-bincang di posko BOM, Sabtu 6 Februari 2016.

Menurut Syaiful, berdasarkan informasi yang diperolehnya, Kota Payakumbuh membutuhkan 20 ton jagung setiap hari untuk pakan ternak ayak. "Untuk memenuhi kebutukan jagung tersebut, para pertenak ayam petelor di Kota Payakumbuh, mendatangkan dari Medan, Jambi dan Pasaman Barat," kata pengacara yang vokal ini.

Kemudian, kata Syaiful, kini STII Sumbar sedang menjajaki juga pemasaran jagung, terutama masalah harga pasar, baik jagung dalam kualitas basah ataupu kering. "Harga jual basah dengan kering, selisih harga jualnya cukup tinggi," kata Waketum I KONI Sumbar ini.

Secara terpisah, Ketua Departemen Pengembangan Bibit Unggul STII Sumbar, Alfauzi menjelaskan, penyedian bibit jagung memang termasuk yang menjadi prioritas dari programnya. "Sekarang, saya juga sedang melakukan penjajakan dengan para peternak ayam di Padang dan saya ingin tahu dulu berapa kebutuhannya terhadap jagung," kata puta Tanjung Balik Sulit Air ini.

Menurut Alfauzi, budidaya jagung termasuk tanaman yang berumur pendek dan tidak terlalu merepotkan petani dalam melakukan budidaya jagung. "Saya akan beraudensi ke Dinas Pertanian Sumbar, untuk meminta data tentang budidaya jagung, berapa kostnya perhektar dan sekalgus estimasi untungnya," kata fesbuker Aldy Putra Pratama ini. (PRB)  

Post a Comment