Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang),   

Seminar nasional kepariwisataan yang digagas Kementerian Pariwisata bersama Universitas Andalas dan Pemerintah Kota Padang di Hotel Grand Inna Muara Padang, Sabtu (6/1), berlangsung seru. Tiga kepala daerah sebagai narasumber saling berbicara kehebatan pariwisata di daerah masing-masing. 

Tiga kepala daerah itu yakni Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo, Walikota Bandung Ridwan Kamil, serta Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Seminar selana sehari ini dimoderatori pakar kepariwisataan dari Universitas Andalas, Sari Lenggogeni. 

Dalam seminar itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyampaikan trik pengembangan pariwisata di daerahnya. Azwar menyebut, saat ini Pemkab Banyuwangi mengembangkan pendekatan holistik marketing, dimana semua SKPD berfungsi sebagai Event Organizer (EO), mendukung pembangunan infrastruktur pariwisata berwawasan lingkungan.

"Seperti pembangunan green airport, ekowisata dengan tidak merusak alam dalam pembangunan infrastruktur wisata alam. Serta menggelar iven tanpa bergantung pada APBD," ujar Azwar di depan seluruh peserta.

Dalam kepemimpinannya, Abdullah Azwar Anas juga berhasil menekan angka kemiskinan di daerahnya. Selama tiga tahun memimpin, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 11 persen.

Pada paparannya, Azwar juga menyampaikan upaya meningkatkan daya saing wisata dan mengubah mindset birokrat, serta pendekatan digital untuk komunikasi.

Sementara Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo memaparkan upaya serta potensi kepariwisataan Kota Padang. Wako menyampaikan diantaranya pendekatan nilai sejarah melalui legenda, kearifan lokal, orisinilitas anak nagari sebagai daya saing wisata sejarah.

Selain itu juga memaparkan komunikasi dengan masyarakat dan konsolidasi internal untuk mengintegrasikan komunikasi pembangunan.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang urung datang karena sakit, diwakili Kepala Dinas Pariwisata Bandung, Herlan Joerliawan. Bandung menyampaikan kunci kreatifitas di daerahnya. Herlan menyebut, kunci tersebut ada pada komunitas-komunitas yang dibentuk dan terbentuk di Bandung.

Kota Bandung tetap menjalin komunikasi dengan komunitas yang ada dan saling membuat taman thematik untuk meningkatkan kreatifitas warganya.(tf/ch/yz).

Post a Comment