Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang),  

Berdasarkan data kepolisian, kasus narkoba di Kota Padang pada 2015 meningkat menjadi 200 kasus, dari tahun 2014 hanya 75 kasus. 

Fakta ini menunjukkan kegiatan penggiat narkoba semakin kuat dan terorganisir, sehingga perlu dilawan dengan membentuk organisasi penggiat anti narkoba dalam masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Narkoba Kota (BNK) Padang H. Emzalmi saat membuka kegiatan pembentukan dan pelatihan penggiat anti narkoba di salah satu hotel di Padang, Senin (15/2) malam.

Dalam kesempatan ini, Emzalmi yang juga Wakil Walikota Padang menyebut, kecenderungan peningkatan kasus narkoba di Kota Padang suatu yang urgen untuk disikapi. Baik oleh Pemerintah, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian dan lembaga lainnya penggiat anti narkoba yang berasal dari warga di tingkat kelurahan dan kecamatan.

"Kita perlu sikapi (kasus narkoba) dengan melakukan pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Salah satunya dengan menguatkan peran masyarakat melalui organisasi atau forum masyarakat penggiat anti narkoba," sebut Emzalmi.

Tindakan yang terbaik menurut Emzalmi adalah pencegahan, sebab tindakan rehabilitasi bagi pengguna narkoba merupakan suatu kegagalan dalam pencegahan. "Bila ditemukan pengguna yang mesti direhabilitasi berarti kita gagal mencegah," sebutnya lagi.

Emzalmi berharap, sebanyak 70 warga Kecamatan Padang Barat yang diberi pembekalan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Barat nantinya bisa menjadi perpanjangan tangan BNN dalam masyarakat.

Selain memberi pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya narkoba, mereka juga diharapkan aktif untuk memantau dan mendeteksi peredaran barang haram tersebut di lingkungannya.

"Kita berharap, pembentukan penggiat anti narkoba bisa lebih efektif dalam pencegahan terjadinya kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kota Padang," tukas Emzalmi.(tf/du/yz).

Post a Comment