Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang),  
Trisna Yulita (40), ibu dari delapan orang anak yang sudah tidak memiliki suami ini terlihat senang bercampur haru di wajahnya. Senin (21/3), dia yang akrab disapa Ayu ini, mendadak didatangi tamu yang sedikitpun tidak pernah dia kira sebelumnya.
Ternyata, yang datang adalah orang baik-baik dan akan berbuat baik untuknya dan anak-anaknya. Dimana terlihat Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo beserta jajaran, dua ikatan alumni sama satu sekolah dengannya yakni alumni SMP 15 angkatan tahun 1991 dan alumni SMA 7 angkatan 1994. Ditambah lagi, juga hadir rombongan Exco Kerajaan Kelantan Malaysia yang dipimpin YB Hajjah Mumtaz Md Nawi. Semuanya berniat membuatkan Ayu sebuah rumah yang dimulai hari itu pembangunannya.
Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt marajo dalam kesempatan itu menyampaikan rasa syukur dan senang atas adanya niat baik beberapa pihak pihak yang peduli terhadap warga masyarakat Kota Padang. Semuanya menunjukkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, mereka mengumpulkan dana secara bersama-sama dan dibantukan ke teman sesama alumni. Kemudian, di saat yang sama kita kedatangan tamu dari Kelantan Malaysia yang juga ikut berpartisipasi membantu dan ini luar biasa menurut saya,” imbuh Walikota setelah melakukan peletakan batu pertama awal pembangunan rumah tersebut.
Walikota pun mengapresiasi atas niat bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan ini merupakan sesuatu yang mahal karena adanya semangat kebersamaan, kekompakan dan persatuan terhadap sesama.
“Rupanya dalam rangka membantu sesama, tak ada hambatan meski itupun dari batas-batas negara. Atas nama Pemerintah Kota Padang, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu untuk pembangunan rumah bu Ayu ini. Ini contoh yang baik untuk ditiru bagi ikatan alumni-alumni yang ada di Kota Padang,” cetus Wako.
Kemudian Wako menambahkan, ia berharap semoga lebih banyak lagi warga Kota Padang yang saling membantu khususnya dalam rehab rumah tak layak huni. Ini mengingat, masih banyak lagi rumah-rumah yang tak layak huni di Kota Padang lebih kurang 10 ribu rumah.
“Saya punya target paling kurang dalam lima tahun bisa melakukan bedah rumah tak layak huni di Padang. Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan dan terwujud. Semoga juga akan lebih banyak lagi donatur-donatur dan dermawan yang akan membantu kita,” tukasnya.
Sementara itu, Perwakilan Exco Kerajaan Kelantan Malaysia, YB Hajjah Mumtaz Md Nawi mengungkapkan, pihak dari Kerajaan Kelantan dan rombongan sangat berbesar hati karena bisa bersama-sama berpartisipasi dalam pembangunan rumah bagi ibu Ayu. Sebagaimana rumah yang dibangun, merupakan keperluan utama bagi seorang ibu yang memiliki 8 orang itu.
"Saya rasa ibu Ayu ini merupakan sasaran yang tepat untuk kita dibantu. Dan kita juga salut melihat alumni-alumni satu sekolah dengannya dulu yang kompak turut membantu dengan mengumpulkan sumbangan. Kami sebagai pengunjung ke Kota Padang, sangat tersentuh melihat kondisi seorang ibu yang membesarkan 8 orang anaknya. Semoga infak kami akan menjadi infak yang barokah,” ujarnya.
Trisna Yulita atau Ayu (40) setelah peletakkan batu tanda mengawali pembangunan rumahnya mengungkapkan, ia sangat senang akhirnya ia mendapat bantuan untuk pembangunan rumahnya yang berada di RT 02 RW 10 Kelurahan Batipuh Panjang Kecamatan Koto Tangah.
“Sebelum ini saya tinggal bersama anak-anak mengontrak di kawasan batas kota Lubuk Buaya. Saya telah ditinggal suami sejak 2015 lalu karena sakit. Sehingga itu saya sangat susah membiayai kebutuhan hidup dan sekolah anak-anak sehari-hari. Meskipun pagi saya jualan lontong, kalau siang menjual kue-kue ringan, namun masih jauh dari harapan. Saya berharap, semoga pemerintah kota akan memberikan bantuan lagi khususnya untuk biaya sekolah bagi anak-anak yang selama ini menjadi kendala bagi kami,” tuturnya terlihat senang sambil menyapu air mata. (tf/dv/fz)

Post a Comment