Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang),  

Kisruh di tubuh Koperasi Angkutan Barang Pelabuhan [ Kopenbapel] Teluk Bayur Kota Padang Sumatera Barat kian hangat. Sebanyak 168 orang anggota Kopenbapel tak lagi percaya kepada pengurus Koperasi tersebut dan berharap terjadi Reformasi kepengurusan Kopenbapel. 
Bukan itu saja, selama Kopenbapel 20 tahun di komandoi Syafrizal yang sering di sapa Ujang ini dirasakan anggota tidak trasparan dalam melakukan kebijakan salah satunya mengenai hasil atau ke untungan koperasi selama ini. 
Dahulu kami setahun sekali mendapat dan merasakan hasil dari koperasi ini tapi sekarang telah tiga tahun kami tak mendapatkan keuntungan koperasi ini, ‘’kata anggota Kopenbapel Herman saat hearing dengan komisi II DPRD kota Padang kamis [ 17/3 ] kemaren.
Hal yang sama juga dikatakan Anggota Kopenbapel Darlis Gua. Menurutnya, selama belasan tahun pengauditan Kopenbapel juga tak jelas siapa yang mengaudit koperasi ini. ‘’Padahal di koperasi ini milyaran rupiah dana hasil koperasi ini tersimpan, ‘’ungkapnya.


Selain itu pengurus koperasi kopenbapel ini memasukan dan mengeluarkan anggota sesuka hatinya saja. Parahnya lagi Rapat Anggota Tahunan [RAT] telah tiga tahun tak di laksanakan. ‘’Padahal di ADRT setahun sekali harus di adakan RAT, ‘’ungkap Darlis Gua.
Kopenbapel ini bukan milik pengurus tetapi milik seluruh anggota, ‘’kata anggota Kopenbapel lainnya Zulkarnaen. Dia juga minta sebelum RAT di laksanakan pengurus koperasi tidak menerima anggota baru. Zulkarnaen juga berharap hasil audit yang telah diadakan pada 13 Pebruari 2016 diulang kembali.
Dia mempertanyakan kenapa Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang tidak mampu menuntaskan gonjang ganjing antara anggota dan pengurus padahal telah dijanjikan pada anggota yang memprotes.Anehnya lagi kata Zulkarnaen , Tiga tahun tanpa RAT dan tidak memberikan laporan, masih sempat Kadis memberikan penghargaan. 
Ketua Kopenbapel Syafrizal berujar, pada awalnya pengurus telah merencanakan RAT di 12 April mendatang. Sebelumnya, kita akui telah menggelar RAT pada Februari lalu, namun mengalami penundataan karena anggota meminta audit.
Terkait tudingan yang dilayangkan, Syafrizal menilai, laporan yang disampaikan anggotanya merupakan protes sudah mentah. Sebab, RAT telah digelar Februari lalu. "Kami telah merencanakan RAT lanjutan 12 April mendatang," kata Ketua Kopanbapel, Syafrizal didampingi sekretarisnya, Barliusni
Komisi II DPRD Padang anggota yang menggelar hearing disambut langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Padang, Elly Thrisyanti didampingi Sekretaris Komisi II DPRD Padang, Jumadi. Hadir pula sejumlah anggota komisi II lainnya, seperti Amril Amin yang juga dari Dapil setempat, Elvi Amri, Hadison dan sejumlah anggota komisi lainnya.
Di tempat yang sama anggota Komisi II DPRD Padang Amril Amin berujar, tidak mungkin anggota kopenbapel ke DPRD menyampaikan aspiranya jika tidak terjadi ini gonjang ganjing di koperasi ini. Kita minta pengurus dan anggota duduk semeja dan bermupakan agar kisruh ini tidak berlanjut, ‘’ujar Anggota Fraksi PAN ini. 
Selain itu kita di DPRD Padang pun meminta dilakukan sinergi antara pengurus dan anggota. Jika dibiarkan berlanjut, Elvi Amri anggota komisi II DPRD ini menilai, akan berdampak pada perekonomian Padang. 
Senada juga di sampaikan Hadison anggota Komisi II DPRD Padang, menurut politidi PKS ini pelabuhan teluk bayur merupakan urat nadi lalu lintas barang. Penting bagi semua kalangan memperbaiki persoalan yang dialami oleh Kopanbapel.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, Yunisman mengakui, Kopanbapel Teluk Bayur masuk dalam daftar 10 besar koperasi beromset tertinggi dari 702 koperasi di Padang. Dia juga mengakui terdapat keterlambatan dari penyelenggaraan RAT Kopanbapel Teluk Bayur. 
Dijelaskan Yunisman, persoalan di Kopenbapel bukan karena lemahnya pengawasan dari pihaknya. Kita telah berupaya melakukan mediasi antar pihak. Selain itu Dinas Koperasi UMKM tidak dapat melakukan pembekuan begitu saja mengingat tidak sedikitnya omset di masing-masing koperasi Kopanbapel ini, ‘’terang Yunisman. [yos ]

Post a Comment