Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang), 
Pascabanjir lalu, Pemerintah Kota Padang mendirikan posko tanggap darurat bencana banjir. Posko tersebut dibuka di Palanta rumah dinas Walikota Padang di jalan A. Yani 11.
Sejak dibuka, Selasa (22/3) lalu, sejumlah bantuan bagi warga yang terkena banjir terus mengalir ke Posko tanggap darurat bencana banjir. Hingga kini, posko tersebut masih terus menunggu uluran tangan dari donatur yang akan memberikan bantuan kepada korban banjir.
“Kami masih menunggu uluran tangan dari masyarakat. Bagi yang ingin memberikan bantuan, silahkan datang ke Posko,” kata Ketua Sekretariat Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir, Budi Payan yang didampingi Koordinator Sekretariat, Yulmarni, kemarin.
Sementara itu, Yulmarni menyebut, posko akan dibuka hingga 28 Maret nanti. Dijelaskannya, hingga kini posko telah menerima sejumlah bantuan. Diantaranya seperti sumbangan pakaian bekas, kemudian sumbangan berbentuk uang dari warga, serta bantuan langsung dari BNPB. “Sumbangan dari BNPB sebesar Rp 200 juta. Sedangkan sumbangan dari ‘badoncek’ pada acara Dinas Pendidikan kemarin, terkumpul dana sebesar Rp 4 juta lebih,” sebutnya.
Diakuinya hingga kini sumbangan itu belum sepenuhnya dikirim kepada warga korban banjir. Sebab, posko masih menunggu permintaan dari kecamatan yang berasal dari kelurahan dan RT.
“Bantuan ini akan secepatnya disalurkan. Hingga kini kami masih menghimpun data kerugian,” sebutnya.
Diakuinya lagi, daerah prioritas untuk dikirimkan bantuan yakni Kecamatan Koto Tangah. Sebab daerah itu terbilang cukup parah dibanding daerah lain. “Data konkritnya belum masuk, bila sudah masuk akan dilihat prioritasnya,” tambah Yulmarni.
Di Posko tersebut, kepala SKPD terkait selalu melaporkan data yang didapatkan dari lapangan. Data tersebut masuk ke dalam data base posko. “Kepala SKPD akan terus melaporkan setiap pukul empat sore,” pungkasnya.(tf/ch/mn)

Post a Comment