Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang), 

Pasca pemindahan pedagang ke Blok II Pasar Raya, Pemerintah Kota Padang tidak membenarkan lagi ada lapak-lapak yang menempati jalan dan fasilitas umum lainnya di kawasan tersebut. Sayangnya, masih terdapat sejumlah pedagang yang "madar" mendirikan lapak baru di lokasi yang dilarang. 

Hal itu, tak ayal membuat Walikota Padang H. Mahyeldi Datuk Marajo "mamaneh" mendapati lapak-lapak baru kembali berdiri saat meninjau Pasar Raya, Selasa (29/3) petang ini. Lapak-lapak yang terbuat dari kayu itu langsung dirubuhkan sendiri oleh Walikota.

Pemilik "mambana" agar lapaknya tidak dibongkar. Alasannya mereka belum siap dipindahkan. Sebagian ada yang mengaku akan membongkar sendiri. Namun Mahyeldi bersikukuh agar pedagang tidak lagi mendirikan lapak baru di lokasi yang sudah dikosongkan.

"Saya tegaskan, tidak boleh lagi berjualan disini. Tempat berjualan sudah disediakan di Blok II dan Blok IV," kata Mahyeldi.

Ia tidak mentolerir keberadaan lapak baru tersebut karena sebelumnya pedagang sudah berjanji mengosongkan lokasi dan menempati tempat yang sudah disediakan.

"Bongkar semua sekarang juga. Jika tidak saya rubuhkan," ujar Mahyeldi agak "tarabo".
Kepda wartawan, Mahyeldi menyebut, penataan Pasar Raya harus konsisten dilakukan. Penempatan pedagang pada bangunan baru yang sudah selesai merupakan solusi agar pedagang tidak lagi menempati jalan dan fasilitas umu lainnya.

"Kita tidak ingin Pasar Raya semrawut. Penataan pedagang adalah solusinya setelah pembangunan Blok II dan IV selesai. Dengan demikian pengunjung lebih nyaman datang berbelanja, dengan sendirinya akan meningkatkan jual beli," katanya.

Saat itu juga Walikota langsung mengerahkan SK-4 dan personil Satuan Polisi Pamong Praja untuk membuka bangunan baru sekaligus mengangkat sisa lapak lama yang masih berantakan di kawasan tersebut.(tf/du/ms/yz/fs),

Post a Comment