Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Jakarta),  

Berhasil menata kota dalam waktu terbilang cepat, Kota Padang menerima penghargaan. Kota Padang yang dipimpin pasangan Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo dan Wakil Walikota Emzalmi ini meraih penghargaan Government Award 2016 dari Sindo Weekly. Walikota Padang menjemput langsung penghargaan tersebut ke Jakarta, Selasa (12/4). 

Bertempat di Ballroom Puri Agung, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Walikota Padang menerima penghargaan tersebut dari Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional, Sofyan Djalil.
Dari sekian banyak kategori penghargaan, hanya Kota Padang yang mendapat penghargaan untuk kategori Tata Kota / Tata Wilayah terbaik.

Padang menerima penghargaan ini karena kian hari Kota Padang semakin terbebas dari kesemrawutan. Pantai dan jalan-jalan dibersihkan dari bangunan liar. Hebatnya, usaha merapikan kota itu berlangsung damai dan tanpa keributan.

Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo usai menerima penghargaan menyebut bahwa penataan Kota Padang sudah bergerak ke arah yang lebih baik. Penataan itu terdapat di sejumlah titik, seperti Pantai Padang, jalur By Pass, Pasar Raya dan lainnya.

“Penataan Padang yang kita rencanakan berjalan cepat,” ungkap Walikota yang saat menerima penghargaan didampingi Kepala Dinas Pasar Kota Padang, Hendrizal, Kepala Satpol PP, Firdaus Ilyas dan Kabag Humas Protokol, Mursalim.

Disampaikan Walikota, rencana penataan di sejumlah kawasan itu awalnya diestimasi memakan waktu lama. Namun berkat komunikasi yang intens, sinergi dengan Forkopimda, diberikannya kepastian kepada warga, termasuk kerja cepat tanpa berlambat-lambat dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), akhirnya hanya memakan waktu terbilang singkat.

“Penertiban berlangsung damai dan tanpa keributan. Warga membongkar sendiri bangunannya. Karena kita menegaskan bahwa masyarakat bukanlah lawan, akan tetapi saudara kita, dan kita berhak memberikan jaminan masa depan kepada masyarakat,” terang Mahyeldi.

Walikota menyebut diraihnya penghargaan ini merupakan apresiasi kepada warga Kota Padang dan jajaran kerjanya. Warga telah ikut bahu membahu demi pembangunan Kota Padang ke arah lebih baik. “Penghargaan ini akan memotivasi kita untuk lebih baik lagi. Terimakasih kepada masyarakat Kota Padang dan jajaran kerja yang telah bekerja ekstra dalam menata kota,” sebut Mahyeldi.

Dalam penyerahan penghargaan pada malam itu, Menteri Bappenas, Sofyan Djalil berharap pemberian award tersebut mampu menjadi contoh. "Diharap nanti bisa menjadi example ataupun model, sehingga semakin banyak bupati atau walikota yang berprestasi dan bapak/ibu akan menjadi warga yang terhormat di pandangan bangsa kita," katanya.

Malam itu, sebanyak 17 Kabupaten, 15 Kota, 12 Provinsi dan 5 Kepala Daerah menerima penghargaan. Sofyan Djalil berharap, daerah lain yang belum menerima penghargaan bisa bersaing secara sehat agar memajukan daerah pimpinannya masing-masing.

Sofyan mengaku sangat bahagia dalam pemberian penghargaan yang dilaksanakan pada malam tersebut. Hal ini menurutnya tak pernah terbayangkan. “Kecuali tidak adanya sistem demokratis yang kita adopsi hari ini. Dengan demokrasi terjadi ide bagus dari berbagai daerah bisa tampil yang ditentukan dari Government Award," ucapnya.

Hemat Sofyan, dengan sistem demokrasi yang dianut Indonesia, pemimpin daerah yang menyandang award tersebut pasti bisa dilantik kembali.

"Dari berbagai daerah kalau bagus bisa dipilih kembali apabila berprestasi. Segala kesempatan terbuka, ini kesempatan untuk kita bersaing, membuat kebajikan. Semoga bermanfaat dalam rangka membantu bangsa dan rakyat Indonesia untuk menjadi bangsa yang lebih maju dan dibanggakan," tandasnya.

Ketua DPD RI, Irman Gusman menyebut bahwa dengan penghargaan ini akan memacu daerah lain untuk bekerja lebih baik. “Kita harapkan daerah lain akan termotivasi,” sebutnya dalam pidato singkatnya pada malam itu.

Penghargaan ini merupakan pemberian apresiasi kepada daerah-daerah yang berhasil mencatat prestasi istimewa dalam menjalankan otonomi di daerahnya. Proses penjurian daerah-daerah terbaik ini dilaksanakan sejak September 2015.

Penjurian dilaksanakan melalui sejumlah tahapan seperti lewat riset dan dokumentasi, mengunjungi daerah-daerah calon penerima penghargaan, melalui pengamatan dan wawancara dengan masyarakat. Termasuk wawancara dengan tokoh masyarakat, akademisi, serta dengan kepala daerah setempat.(tf/ch/fs/mn)

Post a Comment